Saham-saham yang banyak diborong asing saat IHSG turun 1,70% ke 5.839, Kamis (4/6)

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa yang kurang memuaskan, tertekan kuat pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Sentimen pasar terpantau dibayangi oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut, memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diakses melalui RTI, IHSG menutup sesi perdagangan dengan koreksi signifikan, melemah sebesar 1,70% atau setara dengan penurunan 101,28 poin. Akibatnya, indeks parkir di level 5.839,78, memperpanjang tren pelemahan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sepanjang sesi perdagangan kemarin, pergerakan IHSG didominasi oleh zona merah. Sempat mencoba bangkit dan menyentuh level tertinggi di 5.924, namun tekanan jual yang kuat kembali menyeret indeks hingga menyentuh level terendah di 5.644.

Asing Banyak Borong Saham-Saham Ini Saat IHSG Terkoreksi Tipis, Jumat (29/5)

Tekanan jual di pasar saham tampak menyebar merata di berbagai sektor. Data menunjukkan bahwa dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 623 saham harus terkoreksi, sementara hanya 106 saham yang mampu mencatatkan penguatan, dan 85 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.

Meskipun demikian, aktivitas perdagangan tetap terbilang cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 39,68 miliar saham. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan di BEI pada hari itu mencapai angka Rp 25,53 triliun.

Di tengah pelemahan IHSG, investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih mereka. Pada perdagangan Kamis tersebut, investor asing tercatat membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,27 triliun di seluruh pasar, yang kian menambah beban tekanan terhadap pergerakan IHSG yang sedang terpuruk.

IHSG Naik 1,11% ke 6.195, Cek Saham yang Banyak Diborong Asing di Awal Juni 2026

Menariknya, di balik aksi jual masif, berikut adalah 10 saham yang justru menjadi incaran dan diborong paling banyak oleh investor asing (net buy) pada perdagangan Kamis:

  1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 118,83 miliar
  2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 103,65 miliar
  3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 100,0 miliar
  4. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 53,24 miliar
  5. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 44,84 miliar
  6. PT Timah Tbk (TINS) Rp 42,89 miliar
  7. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 42,85 miliar
  8. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 34,41 miliar
  9. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 21,68 miliar
  10. PT RMK Energy Tbk (RMKE) Rp 21,37 miliar

BRMS Chart by TradingView

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *