Shoesmart.co.id, JAKARTA – Di tengah sentimen negatif yang masih mewarnai pasar saham domestik pasca penyesuaian (rebalancing) oleh MSCI, beberapa saham justru muncul sebagai pendorong utama, menahan laju penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) memimpin daftar saham dengan kontribusi terbesar terhadap IHSG (top leader), setelah mencatat kenaikan sebesar 4,46% dan menyumbang 5,03 poin terhadap pergerakan indeks.
Menyusul di urutan berikutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mengalami kenaikan sebesar 2,67%, memberikan kontribusi positif sebesar 3 poin kepada IHSG. Sementara itu, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melonjak 8,29% dan berkontribusi sebesar 2,17 poin terhadap penguatan IHSG.
Baca Juga: IHSG Sudah Jatuh Tertimpa MSCI, Uji Taji Optimisme Reformasi Pasar Modal
Selain itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) juga mencatatkan kenaikan sebesar 2,27%, dengan kontribusi sebesar 1,80 poin terhadap IHSG. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turut menguat sebesar 1,46% dan menyumbang 1,69 poin.
Dari sektor telekomunikasi, saham PT Indosat Tbk. (ISAT) naik signifikan sebesar 5,8%, menopang IHSG dengan kontribusi sebesar 1,54 poin. Di sisi lain, saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) melonjak tajam sebesar 38,41%, memberikan kontribusi sebesar 1,38 poin terhadap indeks.
Baca Juga: Daftar Saham Pemberat IHSG usai Rebalancing MSCI, Ada BMRI, BREN hingga TPIA
Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) juga turut memberikan andil dengan kenaikan sebesar 2,72% dan sumbangan sebesar 1,38 poin bagi IHSG. Sementara itu, saham PT Timah Tbk. (TINS) naik sebesar 5,16% dengan kontribusi 1,05 poin, diikuti oleh PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) yang menguat 3,98% dan menopang indeks sebesar 0,83 poin.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa secara keseluruhan, IHSG mengalami pelemahan sebesar 3,53% selama sepekan, ditutup pada posisi 6.723,32, turun dari 6.936,39 pada pekan sebelumnya.
Baca Juga: Top Losers Sepekan: SHIP, BREN hingga TPIA Rontok saat MSCI Tekan IHSG
Kapitalisasi pasar Bursa juga mengalami penurunan sebesar 4,68% menjadi Rp11.825 triliun, dibandingkan dengan Rp12.406 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian di Bursa juga terpantau mengalami pelemahan sebesar 22,01% menjadi 35,76 miliar lembar saham, dibandingkan dengan 45,86 miliar lembar saham pada penutupan pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan.
“Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan, yaitu sebesar 18,78% menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun pada pekan sebelumnya,” jelas Kautsar, Kamis (14/5/2026).
Tekanan terhadap kinerja IHSG ini sejalan dengan aksi rebalancing MSCI yang diumumkan pada perdagangan sebelumnya. MSCI May 2026 Index Review mengumumkan bahwa tidak ada penambahan saham baru dari Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, MSCI menghapus enam saham Indonesia dari indeks tersebut, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.
Namun, MSCI memasukkan saham AMRT ke dalam MSCI Small Cap Index setelah sebelumnya saham tersebut dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.
Di sisi lain, terdapat 13 saham Indonesia yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index. Saham-saham tersebut meliputi ANTM, AALI, BANK, dan BSDE.
Selain itu, MSCI juga menghapus DSNG, SIDO, MIDI, serta MIKA dari MSCI Small Cap Index.
Selanjutnya, saham MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG juga keluar dari indeks tersebut.
Berikut daftar top leaders IHSG sepekan:
| Kode | Harga (%) | IHSG (points) |
| SMMA | 4,46 | 5,03 |
| BRMS | 2,67 | 3,00 |
| INCO | 8,29 | 2,17 |
| EMAS | 2,27 | 1,80 |
| BRPT | 1,46 | 1,69 |
| ISAT | 5,80 | 1,54 |
| ELPI | 38,41 | 1,38 |
| CPIN | 2,72 | 1,38 |
| TINS | 5,16 | 1,05 |
| BUVA | 3,98 | 0,83 |
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Di tengah tekanan pasar saham akibat rebalancing MSCI, beberapa saham seperti SMMA, BRMS, dan INCO justru menjadi penopang utama IHSG. SMMA memimpin dengan kenaikan 4,46% dan kontribusi 5,03 poin, diikuti oleh BRMS dan INCO yang juga memberikan kontribusi positif signifikan terhadap indeks.
Meskipun demikian, secara keseluruhan IHSG mengalami pelemahan sebesar 3,53% selama sepekan. MSCI juga menghapus beberapa saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dan Small Cap Index, sementara kapitalisasi pasar dan volume transaksi harian Bursa juga mengalami penurunan.