Saham Konsumer 2026: Momentum Festive & MBG Dongkrak Prospek

Shoesmart.co.id JAKARTA. Prospek emiten di sektor konsumer dinilai masih menjanjikan di awal tahun ini.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, melihat adanya momentum *festive season* pada kuartal I 2026 yang berpotensi menjadi katalis positif bagi sejumlah saham. Beberapa di antaranya adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), serta PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY).

Menurut Nafan, momentum perayaan Imlek, Ramadhan, hingga Lebaran yang berdekatan di kuartal I 2026, ditambah dengan kenaikan rata-rata upah minimum regional (UMR) nasional, berpotensi mendongkrak daya beli masyarakat secara signifikan.

Momentum Imlek, Ramadhan & Lebaran Bisa Dongkrak Saham Konsumer Kuartal I 2026

“Momentum ini tentunya bisa menggenjot kinerja saham-saham di sektor konsumer,” ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (18/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa secara historis, kinerja emiten berbasis konsumen cenderung mencatatkan peningkatan, baik dari sisi *top line* maupun EBITDA, setiap kali memasuki periode *festive season*.

Selain sentimen musiman, Nafan juga menilai masih ada katalis positif lain yang akan menopang sektor konsumer pada tahun 2026.

Katalis tersebut di antaranya adalah keberlanjutan stimulus dari pemerintah serta kebijakan moneter yang akomodatif dari Bank Indonesia (BI). Penurunan suku bunga acuan atau BI Rate dinilai dapat menjadi pendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

“Sebenarnya juga didukung oleh stabilitas pertumbuhan ekonomi. Apalagi kalau misalnya MBG itu bisa dikatakan positif bagi emiten konsumer terkait,” tambahnya, merujuk pada program makan bergizi gratis (MBG).

Sementara itu, Analis CGS International Sekuritas, Joanne Ong, mencermati bahwa lebih dari separuh responden yang ia survei memiliki anak usia sekolah. Sebagian besar dari mereka menyatakan secara rutin mendapatkan manfaat dari program MBG tanpa adanya keluhan mengenai kualitas.

“Selama pengamatan kami, kami juga melihat semakin banyak dapur layanan yang beroperasi di area tersebut, bahkan hampir sebanyak cabang minimarket di sepanjang rute kami,” ujar Joanne dalam risetnya yang dipublikasikan pada 29 Januari 2026.

Lebih lanjut, sentimen terhadap emiten konsumer juga dipengaruhi oleh program Koperasi Desa Merah-Putih yang mengalami keterlambatan, terutama karena tantangan dalam memperoleh lahan yang sesuai.

Buka Rumahsakit Baru, Sejahtera Anugrahjaya (SRAJ) Berpeluang Tumbuh Agresif di 2026

Distribusi bantuan tunai juga dinilai masih belum merata, dengan hanya sebagian kecil responden yang menerima bantuan pemerintah pada kuartal IV 2025. Permasalahan ini tampaknya sudah berlangsung cukup lama.

Namun, di sisi yang lebih positif, program bantuan subsidi upah telah menjangkau kelompok penerima manfaat yang lebih luas dan telah disalurkan secara lebih efisien melalui transfer tunai langsung.

“Kami mempertahankan rekomendasi *Overweight* pada sektor *consumer staples* Indonesia, didukung oleh perkiraan pemulihan konsumsi secara bertahap hingga 2026F,” jelas Joanne.

Sebagai penutup, Joanne memberikan rekomendasi “Add” untuk saham CMRY dengan target harga Rp 7.700 per saham, serta “Add” untuk saham MYOR dengan target harga Rp 2.740 per saham.

Ringkasan

Prospek saham sektor konsumer di awal tahun 2026 dinilai menjanjikan, dengan momentum festive season seperti Imlek, Ramadhan, dan Lebaran di kuartal I sebagai katalis positif. Kenaikan UMR nasional juga diperkirakan akan meningkatkan daya beli masyarakat. Beberapa saham yang berpotensi diuntungkan termasuk ICBP, AMRT, MYOR, dan CMRY.

Selain sentimen musiman, keberlanjutan stimulus pemerintah, kebijakan moneter akomodatif dari Bank Indonesia, dan stabilitas pertumbuhan ekonomi juga menjadi faktor pendukung. Program makan bergizi gratis (MBG) dinilai positif, meskipun program Koperasi Desa Merah-Putih mengalami keterlambatan dan distribusi bantuan tunai belum merata. CGS International Sekuritas mempertahankan rekomendasi Overweight pada sektor consumer staples Indonesia dan memberikan rekomendasi “Add” untuk saham CMRY dan MYOR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *