Saham Kesehatan: Peluang Cuan di Tengah Pasar Volatil?

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor kesehatan diprediksi tetap menjadi primadona investasi di tengah fluktuasi pasar saham. Karakter bisnisnya yang cenderung defensif menjadi tameng, membuat kinerjanya relatif stabil dibandingkan sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap perubahan ekonomi.

Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), mengungkapkan pandangan optimisnya terhadap prospek sektor kesehatan di tahun 2026. Menurutnya, permintaan layanan kesehatan yang stabil dalam jangka panjang menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan sektor ini.

Lebih lanjut, Hari menjelaskan bahwa pertumbuhan permintaan layanan kesehatan, mencakup rumah sakit, farmasi, dan alat kesehatan, diperkirakan akan terus berlanjut. Hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan serta dukungan anggaran dari pemerintah.

“Permintaan layanan kesehatan diperkirakan akan tetap tumbuh seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan serta dukungan belanja pemerintah di sektor kesehatan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).

Indeks Sektor Kesehatan Berpotensi Rebound, Momen Ramadan Jadi Katalis Jangka Pendek

Kendati demikian, Hari mengingatkan bahwa laju pertumbuhan saham sektor kesehatan tahun ini mungkin tidak secepat tahun sebelumnya. Volatilitas pasar global masih akan menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Namun, daya tarik sektor kesehatan tetap kuat di mata investor karena sifatnya yang defensif. Permintaan akan layanan kesehatan cenderung stabil, bahkan ketika ekonomi atau pasar saham sedang bergejolak.

Selain itu, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS turut berperan penting dalam menjaga permintaan layanan kesehatan tetap tinggi dan stabil.

“Cakupan JKN melalui BPJS yang menjangkau hampir seluruh populasi Indonesia turut menjaga permintaan layanan kesehatan tetap tinggi,” jelasnya.

Beberapa faktor lain juga berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja emiten sektor kesehatan di masa depan. Hari menyebutkan peningkatan anggaran kesehatan pemerintah, transformasi sistem layanan kesehatan nasional, serta upaya substitusi impor bahan baku obat sebagai pendorong utama.

Tak hanya itu, meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan serta pertumbuhan kelas menengah juga akan terus mendongkrak permintaan layanan kesehatan dalam jangka panjang.

Sektor Alat Kesehatan Masih Prospektif 2026, Analis Soroti Saham MEDS, LABS, dan IRRA

Dari sisi subsektor, Hari memprediksi bahwa emiten rumah sakit masih memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan, terutama didorong oleh peningkatan jumlah pasien privat yang memberikan margin keuntungan lebih tinggi.

“Sementara segmen BPJS masih menghadapi beberapa tantangan seperti tarif yang relatif stagnan,” tambahnya.

Di sisi lain, sektor farmasi diperkirakan akan menunjukkan kinerja yang relatif stabil karena permintaan obat-obatan dan produk kesehatan cenderung tidak terlalu terpengaruh oleh siklus ekonomi.

Senada dengan Hari, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, juga melihat prospek sektor kesehatan tahun ini secara konstruktif. Menurutnya, permintaan layanan kesehatan akan tetap stabil seiring dengan pertumbuhan populasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Abida menambahkan bahwa sejumlah emiten terus melakukan ekspansi jaringan rumah sakit serta meningkatkan kapasitas layanan untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan pasar yang ada.

“Pergerakan saham sektor ini diperkirakan lebih selektif karena investor kini lebih fokus pada emiten yang mampu menjaga pertumbuhan kinerja dan efisiensi operasional,” ujarnya.

Sektor Kesehatan Tumbuh Pesat di 2025, Cek Prospek dan Rekomendasi Sahamnya di 2026

Abida juga menyoroti bahwa sektor kesehatan seringkali menjadi pilihan untuk diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar saham, berkat karakteristik bisnisnya yang defensif.

Terkait pilihan saham, Hari merekomendasikan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebagai opsi menarik karena fundamental yang solid serta kemampuan untuk menjaga pertumbuhan pendapatan dan margin secara konsisten.

Sementara itu, Abida menyebutkan beberapa saham rumah sakit yang patut dicermati, antara lain PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

Dalam skenario kinerja yang tetap solid, target harga yang dapat diperhatikan antara lain sekitar Rp1.950 untuk HEAL, Rp3.450 untuk MIKA, dan Rp2.850 untuk SILO.

Saham-saham tersebut dinilai masih menarik untuk strategi investasi jangka menengah, seiring dengan prospek pertumbuhan industri layanan kesehatan di Indonesia yang tetap positif.

Indeks Sektor Kesehatan Sepanjang 2025 Naik 43,78%, Begini Prospek di Tahun 2026

Ringkasan

Sektor kesehatan diprediksi tetap menarik di tengah pasar saham yang fluktuatif karena sifat bisnisnya yang defensif. Permintaan layanan kesehatan yang stabil dalam jangka panjang, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah, menjadi fondasi utama pertumbuhan sektor ini. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS juga berperan penting dalam menjaga permintaan layanan kesehatan tetap tinggi.

Meskipun pertumbuhan saham sektor kesehatan mungkin tidak secepat tahun sebelumnya, beberapa faktor seperti peningkatan anggaran kesehatan pemerintah, transformasi sistem layanan kesehatan nasional, dan upaya substitusi impor bahan baku obat, berpotensi menjadi katalis positif. Beberapa saham yang direkomendasikan termasuk MIKA, KLBF, HEAL, dan SILO dengan target harga tertentu dalam skenario kinerja yang solid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *