Saham IBOS, AIMS, NATO, TIRT, VISI, ZBRA Disuspensi BEI! Kenapa?

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memberlakukan suspensi perdagangan terhadap sejumlah saham emiten dari berbagai sektor, dimulai pada Jumat, 23 Januari 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah pengawasan dan perlindungan pasar di tengah dinamika pergerakan harga saham.

Beberapa emiten yang terkena penghentian sementara perdagangan ini antara lain PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI). Kelima saham ini disuspensi menyusul lonjakan harga kumulatif yang signifikan dalam periode terakhir, yang menarik perhatian regulator bursa.

Dalam upaya menjaga stabilitas pasar dan memberikan perlindungan maksimal bagi investor, BEI memandang perlu untuk menghentikan perdagangan saham-saham tersebut. Suspensi ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, efektif mulai sesi I perdagangan tanggal 23 Januari 2026, hingga pengumuman lebih lanjut dikeluarkan oleh bursa.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam pengumumannya pada Jumat (23/1/2026), mengimbau kepada seluruh pihak berkepentingan agar senantiasa memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan tercatat. Hal ini menekankan pentingnya transparansi dalam aktivitas pasar modal.

Sementara itu, BEI juga melanjutkan suspensi saham PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA), namun dengan alasan yang berbeda. Penghentian perdagangan ZBRA ini terkait erat dengan putusan pailit yang menimpa salah satu entitas anaknya, PT Dos Ni Roha. Saham ZBRA sendiri telah berada dalam suspensi sejak sesi I perdagangan Kamis (22/1), dan kini statusnya berlanjut di Papan Pemantauan Khusus.

Sebelum suspensi diberlakukan, kinerja saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan ini cukup mencolok. Saham IBOS tercatat melesat 9,42% mencapai level Rp 151 per saham. AIMS melonjak drastis 24,43% ke posisi Rp 815 per saham, sementara NATO menguat 5,25% menjadi Rp 1.000 per saham. Adapun TIRT berhasil naik 9,91% ke Rp 466 per saham, dan VISI memimpin dengan kenaikan 24,46% mencapai level Rp 575 per saham, menunjukkan aktivitas perdagangan yang sangat volatil sebelum tindakan suspensi diambil.

Ringkasan

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mensuspensi perdagangan saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) mulai 23 Januari 2026. Keputusan ini diambil karena lonjakan harga kumulatif yang signifikan untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor. Suspensi berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai hingga pengumuman lebih lanjut.

Selain itu, BEI juga melanjutkan suspensi saham PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA), yang telah disuspensi sejak 22 Januari, terkait putusan pailit entitas anaknya, PT Dos Ni Roha. Saham ZBRA kini berlanjut di Papan Pemantauan Khusus. Sebelum suspensi, saham-saham yang disebutkan tersebut memang menunjukkan kenaikan harga yang mencolok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *