Saham Dividen Tinggi: Peluang Cuan & Saran Analis untuk Investor

Shoesmart.co.id JAKARTA. Musim pembagian dividen final di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera tiba, menjadi momen yang dinanti para investor. Secara historis, perusahaan-perusahaan terbuka mulai membagikan dividen final mereka antara bulan Maret dan Juni.

Berbeda dengan dividen interim yang dibagikan beberapa kali dalam setahun, dividen final merupakan pembagian keuntungan yang dilakukan satu kali saja setelah laporan keuangan tahunan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Musim dividen final ini menjadi periode istimewa bagi para investor. Mereka berpotensi meraih keuntungan ganda, baik dari pembagian dividen itu sendiri maupun dari potensi kenaikan harga saham.

Umumnya, harga saham emiten cenderung mengalami peningkatan menjelang tanggal *cum date* dividen. Hal ini membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan *capital gain* sekaligus *dividend yield* yang menarik.

IHSG Terkoreksi 8,2% Sebulan, Saham Dividen Tinggi 2026 Ini Layak Dilirik

Sinyal positif telah terlihat dari pergerakan indeks IDX High Dividend20, yang mencatatkan kenaikan sepanjang tahun berjalan. Pada hari Jumat, 20 Februari 2026, indeks yang berisikan 20 saham pembagi dividen ini berada di level 522,03, atau menguat 2,38% secara *year to date* (YtD).

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, berpendapat bahwa konstituen indeks High Dividend20 masih relevan sebagai referensi awal bagi investor yang mencari emiten dengan potensi dividen yang menarik.

“Indeks HDIV20 tetap menjadi *screening* awal yang bagus, tetapi investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan indeks ini. Analisa lebih lanjut tetap diperlukan,” kata Wafi, Minggu (22/2/2026).

Wafi menambahkan bahwa investor belum terlambat untuk berinvestasi pada saham-saham pembagi dividen, mengingat mayoritas distribusi dividen terjadi pada akhir Maret hingga Mei. Masih ada kesempatan untuk mengamankan *capital gain* sekaligus *dividend yield* yang optimal.

Senada dengan Wafi, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyarankan agar investor memprioritaskan saham emiten dengan *dividend yield* di atas 5%. Emiten dari sektor perbankan dan komoditas umumnya menawarkan rasio dividen yang menarik.

Kinerja Saham Lapis Kedua Mulai Tersendat, Begini Saran Analis

Nafan menyoroti saham bank Himbara sebagai pilihan investasi yang menarik. Salah satunya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang diperkirakan akan membagikan dividen dari laporan keuangan tahun 2025 dengan *dividend payout ratio* sekitar 78%, sama seperti tahun sebelumnya.

Selain itu, valuasi BMRI juga masih tergolong menarik dengan *price earning ratio* (PER) sebesar 8,50x.

Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp 56,3 triliun pada tahun 2025, meningkat 0,93% secara tahunan. Jika *dividend payout ratio* tetap di angka 78%, total dividen yang berpotensi dibagikan mencapai Rp 43,9 triliun, atau sekitar Rp 472 per saham. Berdasarkan harga saham BMRI pada Jumat (20/2), *dividend yield*-nya berada di kisaran 9,2%.

BMRI Chart by TradingView

Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menilai bahwa harga saham yang relatif rendah saat ini membuat dividen menawarkan potensi *return* yang menarik.

“*Dividend yield* emiten bisa lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito atau kupon obligasi pemerintah. Saat ini, saham-saham emiten pembagi dividen relatif murah dan menarik untuk dicermati,” kata Budi.

Besok (10/9) Penawaran Umum IPO Saham SUPA Dibuka, Cek Saran Analis Sebelum Beli

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menambahkan bahwa saham emiten perbankan masih memiliki prospek yang baik di tahun 2026. Kinerja sektor ini sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit, kualitas aset, dan tren suku bunga.

“Belum terlambat untuk masuk ke saham perbankan, asalkan valuasi masih masuk akal dan strategi investasi dilakukan secara bertahap dengan fokus pada fundamental yang kuat,” ujar Miftahul.

Ringkasan

Musim pembagian dividen final di BEI, yang biasanya terjadi antara Maret dan Juni, menjadi momen penting bagi investor karena potensi keuntungan ganda dari dividen dan kenaikan harga saham. Indeks IDX High Dividend20 mencatatkan kenaikan, menunjukkan sinyal positif bagi saham-saham pembagi dividen.

Analis menyarankan investor untuk mempertimbangkan saham dengan dividend yield di atas 5%, terutama dari sektor perbankan dan komoditas. Bank Mandiri (BMRI) menjadi salah satu pilihan menarik dengan potensi dividen yang besar dan valuasi yang masih tergolong baik. Analis juga menilai bahwa saham perbankan masih memiliki prospek yang baik di tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *