Saham Blue Chip Ini Buyback Rp 2 Triliun! Susul ASII, ADRO, BBNI

Shoesmart.co.id, Jakarta – Kabar baik bagi investor! Satu lagi emiten blue chip siap melakukan pembelian kembali saham (buyback) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan anggaran yang terbilang fantastis. Aksi korporasi ini tentu menjadi perhatian pasar, mengingat saham blue chip dikenal memiliki fundamental yang kuat dan kapitalisasi pasar yang besar.

Saham blue chip, atau saham lapis satu, memang identik dengan kinerja stabil dan menjadi incaran investor jangka panjang. Di BEI, saham-saham ini umumnya tergabung dalam indeks bergengsi seperti LQ45. Salah satu anggota LQ45 yang baru-baru ini mengumumkan rencana buyback adalah PT United Tractors Tbk (UNTR).

Manajemen UNTR telah mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal mencapai Rp 2 triliun. Keputusan ini diambil seiring dengan tren positif yang ditunjukkan oleh harga saham UNTR dalam sebulan terakhir. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, harga saham UNTR berada di level Rp 31.050, sedikit terkoreksi 75 poin atau 0,24% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, jika dilihat dalam rentang waktu satu bulan, saham UNTR telah menunjukkan penguatan yang signifikan sebesar 2.350 poin atau 8,19%.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI pada Selasa (31/3/2026), manajemen UNTR menyatakan bahwa pelaksanaan buyback saham ini bertujuan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan sekaligus mencerminkan kondisi fundamental UNTR yang solid.

Sebagai bagian dari grup PT Astra International Tbk (ASII), UNTR telah menetapkan anggaran maksimal Rp 2 triliun untuk aksi buyback ini. Pelaksanaan buyback tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Lebih lanjut, UNTR memastikan akan tetap menjaga porsi saham publik (free float) minimal 7,5%.

Manajemen UNTR juga menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perusahaan secara keseluruhan. Dengan kata lain, UNTR tetap optimis dapat menjalankan bisnisnya dengan baik meskipun melakukan buyback saham.

Periode buyback saham UNTR dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada 1 April dan berakhir pada 30 Juni 2026. Perusahaan memastikan memiliki kondisi kas dan modal yang memadai untuk melaksanakan aksi korporasi ini tanpa mengganggu operasional bisnis sehari-hari.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per 31 Desember 2025, UNTR berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,2 triliun, dengan total aset mencapai Rp 177,6 triliun dan ekuitas sebesar Rp 103,1 triliun. Dengan asumsi buyback sebesar Rp 2 triliun, total aset UNTR diproyeksikan menjadi Rp 175,6 triliun dan ekuitas menjadi Rp 101,1 triliun.

Manajemen UNTR menambahkan bahwa pelaksanaan buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap wajar, sesuai dengan kondisi pasar dan regulasi yang berlaku. Saham-saham yang berhasil dibeli kembali (buyback) nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri.

Langkah buyback ini menjadi sinyal positif bagi para investor, sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen UNTR terhadap prospek bisnis dan fundamental perusahaan di masa depan. Hal ini tentu dapat menjadi pertimbangan menarik bagi para investor yang ingin berinvestasi pada saham blue chip yang stabil dan memiliki potensi pertumbuhan.

Daftar Emiten yang Melakukan Buyback Saham

Sebagai informasi tambahan, KONTAN mencatat ada beberapa emiten lain yang juga melakukan aksi buyback saham pada kuartal II tahun 2026 ini. Berikut adalah rincian daftar emiten yang melakukan buyback saham di BEI pada bulan April 2026:

  1. PT Astra International Tbk (ASII) berencana melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp 2 triliun, dengan periode pelaksanaan mulai dari 16 Maret hingga 15 Juni 2026.
  2. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyiapkan dana sebesar Rp 4 triliun untuk aksi buyback yang dijadwalkan mulai pada 20 April 2026 dan berlangsung selama 12 bulan ke depan.
  3. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menyiapkan dana sebesar Rp 448,69 miliar untuk melakukan buyback saham pada periode 17 April 2026 hingga 17 April 2027.
  4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menganggarkan dana sebesar Rp 905,48 miliar untuk buyback saham pada periode 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027.
  5. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) telah lebih dulu menjalankan aksi buyback dengan dana sebesar Rp 1 triliun sejak 7 Maret hingga 7 Juni 2026.

Ringkasan

PT United Tractors Tbk (UNTR), emiten blue chip dan bagian dari grup Astra International (ASII), mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp 2 triliun. Aksi korporasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mencerminkan fundamental perusahaan yang solid, di tengah tren positif harga saham UNTR dalam sebulan terakhir. Periode buyback dijadwalkan berlangsung dari 1 April hingga 30 Juni 2026.

UNTR memastikan buyback tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan dan operasional perusahaan, serta tetap menjaga porsi saham publik minimal 7,5%. Selain UNTR, emiten lain seperti ASII, ADRO, BBNI, dan MIKA juga melakukan aksi buyback saham pada kuartal II tahun 2026. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif bagi investor dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *