Shoesmart.co.id, JAKARTA – Setelah mengalami tekanan harga selama sebulan terakhir, saham-saham bank jumbo atau *big banks* menunjukkan sinyal positif dengan penguatan pada perdagangan Rabu (25 Maret 2026). Namun, analis pasar mengingatkan investor untuk tidak terlalu larut dalam optimisme, sebab kenaikan ini diperkirakan hanya bersifat sementara.
Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), berpendapat bahwa penguatan saham perbankan saat ini lebih didorong oleh faktor teknikal daripada fundamental.
“Kenaikan yang terjadi lebih condong ke *technical rebound*. Saham-saham perbankan sudah berada dalam kondisi *oversold* sebelum libur lebaran, sehingga memicu aksi *bottom fishing*. Untuk prospek jangka panjang, masih terlalu dini untuk memberikan konfirmasi,” jelas Wafi saat dihubungi pada hari Rabu.
Sebagai informasi, *technical rebound* adalah kondisi ketika harga saham memantul naik setelah mengalami penurunan signifikan dalam periode waktu tertentu. Kenaikan pada fase ini umumnya tidak bertahan lama dan berpotensi mengalami koreksi kembali.
Kredit UMKM BCA 2026: Rp 142 Triliun Jadi Awal, Ini Target Barunya!
Lebih lanjut, Wafi menekankan bahwa arah pergerakan saham *big banks* dalam jangka panjang masih belum dapat dipastikan. Kepastian ini sangat bergantung pada rilis data ekonomi Indonesia untuk kuartal I-2026.
Laporan kinerja ekonomi tersebut akan menjadi sentimen penting bagi para pelaku pasar, baik investor domestik maupun asing, dalam menentukan strategi investasi mereka, khususnya terkait akumulasi saham di sektor perbankan.
Selain data ekonomi domestik, sejumlah faktor eksternal dan makroekonomi juga turut memengaruhi prospek saham perbankan. Faktor-faktor tersebut meliputi pelemahan nilai tukar rupiah, stabilitas kondisi makroekonomi nasional, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Begini Kata OJK Soal Likuiditas Rp 100 T untuk Perbankan yang Diarahkan ke SBN
“Mayoritas investor asing masih bersikap *wait and see* terhadap stabilitas makroekonomi domestik dan global sebelum kembali masuk secara agresif ke pasar,” imbuh Wafi.
Pada penutupan perdagangan hari ini, tiga saham bank besar mencatatkan penguatan, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi satu-satunya saham *big banks* yang masih berada di zona merah.
Ringkasan
Saham-saham big banks menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, setelah mengalami tekanan harga. Namun, analis mengingatkan bahwa kenaikan ini diperkirakan hanya bersifat technical rebound, didorong oleh kondisi oversold sebelum libur lebaran dan aksi bottom fishing, bukan fundamental yang kuat.
Arah pergerakan saham big banks dalam jangka panjang masih belum pasti dan bergantung pada rilis data ekonomi Indonesia kuartal I-2026. Faktor eksternal seperti nilai tukar rupiah, stabilitas makroekonomi, dan kebijakan suku bunga The Fed juga mempengaruhi. Mayoritas investor asing masih bersikap wait and see.