Shoesmart.co.id JAKARTA. Sesi perdagangan hari ini, Selasa (31 Maret 2026), diwarnai penguatan pada saham-saham bank berkapitalisasi besar atau yang dikenal dengan istilah *big banks*. Kinerja solid yang tercatat pada bulan Februari menjadi katalis positif bagi pergerakan saham-saham tersebut dalam jangka pendek.
Pada sesi pertama perdagangan, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil mencatatkan kenaikan. Sebaliknya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) justru mengalami sedikit koreksi.
Secara rinci, saham BMRI diperdagangkan pada harga Rp 4.740 per saham, naik 0,85% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, saham BBCA berada di level Rp 6.475 per saham, menguat 0,39%.
Waspada Phishing, BRI Ingatkan Bahaya Link Palsu yang Kian Marak
Di sisi lain, saham BBRI terpantau berada di zona merah dengan penurunan tipis sebesar 10 poin. Harga BBRI tercatat Rp 3.350 per saham pada perdagangan siang ini, atau turun 0,30%. Senada dengan BBRI, saham BBNI juga mengalami penurunan sebesar 1,04% ke level Rp 3.810 per saham.
Sebelumnya, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, telah memproyeksikan potensi penguatan pada saham-saham *big banks* yang sebelumnya mengalami koreksi cukup panjang.
Wafi meyakini bahwa pengumuman hasil kinerja yang menggembirakan dari *big banks* dalam dua pekan terakhir, khususnya kinerja bulan Februari 2026, akan menjadi sentimen pendorong bagi penguatan saham-saham tersebut.
Sebagai gambaran, BBCA berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 9,2 triliun pada Februari 2026, atau tumbuh 2,81% secara tahunan (year on year/yoy). Meskipun demikian, secara persentase, pertumbuhan laba BBCA tergolong lebih rendah dibandingkan bank-bank besar lainnya.
BBRI mencatatkan kinerja yang lebih impresif dengan laba sebesar Rp 7,73 triliun pada Februari 2026, tumbuh 17,05% (yoy). Sementara itu, BMRI membukukan laba sebesar Rp 8,9 triliun dengan pertumbuhan 16,7% (yoy).
BBRI Chart by TradingView
Namun demikian, Wafi mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati. Pasalnya, pergerakan harga saham *big banks* dalam jangka panjang masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global.
“Pergerakan saham masih akan lebih didominasi oleh sentimen makro, seperti arah suku bunga The Fed, nilai tukar rupiah, dan juga arus dana asing,” jelas Wafi saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Ringkasan
Pada perdagangan hari Selasa, 31 Maret 2026, saham-saham bank besar menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Saham BMRI naik 0,85% menjadi Rp 4.740 per saham dan BBCA menguat 0,39% menjadi Rp 6.475 per saham, didorong oleh kinerja solid di bulan Februari.
Sebaliknya, saham BBRI mengalami penurunan 0,30% menjadi Rp 3.350 per saham dan BBNI turun 1,04% menjadi Rp 3.810 per saham. Meskipun demikian, analis memproyeksikan potensi penguatan pada saham-saham ini, tetapi mengingatkan bahwa sentimen global, seperti suku bunga The Fed dan nilai tukar rupiah, akan sangat mempengaruhi pergerakan harga dalam jangka panjang.