Saham Bank Raksasa Terus Merosot: Peluang Buy on Weakness?

Saham-saham perbankan dengan kapitalisasi besar atau yang dikenal dengan istilah big banks kembali mengalami pelemahan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (27 Maret 2026). Pelemahan ini, meskipun terasa, masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali.

Terpantau bahwa seluruh saham big banks kompak berada di zona merah pada sesi istirahat siang ini. Kelompok big banks ini terdiri dari emiten-emiten raksasa seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Saham BBNI pada siang hari ini tercatat berada di level Rp 3.920 per saham, mengalami penurunan sebesar 2,00% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin. Bahkan, dalam sepekan terakhir, saham BBNI terus menunjukkan tren penurunan harga.

Senada dengan BBNI, saham BBCA juga terkoreksi dan berada pada level harga Rp 6.775, atau turun sebesar 1,45%. Sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, harga BBCA terus bergerak di zona merah, mencapai titik terendah di Rp 6.725.

Tidak jauh berbeda, saham BBRI juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Saat ini, saham BBRI diperdagangkan pada harga Rp 3.440 per saham, atau turun sebesar 1,43%.

Di antara keempat big banks, penurunan paling moderat dialami oleh saham BMRI. Saat ini, BMRI berada pada harga Rp 4.830 per saham, atau turun tipis sebesar 0,21%. Meskipun demikian, BMRI sempat mencatatkan kenaikan hingga Rp 4.870 pada awal pembukaan perdagangan pagi tadi.

Dinamika pergerakan harga saham dalam sepekan ini mengindikasikan bahwa investor masih belum sepenuhnya yakin dengan potensi kebangkitan saham-saham big banks. Meskipun sempat menunjukkan penguatan secara kolektif pada perdagangan Rabu (25 Maret 2026), saham-saham big banks kembali tertekan pada perdagangan Kamis (26 Maret) dan tren ini berlanjut hingga hari ini.

Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Menurutnya, prospek jangka panjang saham-saham big banks baru dapat diproyeksikan secara lebih akurat setelah publikasi laporan perekonomian kuartal pertama Indonesia.

Wafi menambahkan bahwa laporan perekonomian tersebut akan menjadi sentimen penting yang dipertimbangkan oleh investor asing dalam mengakumulasi saham di pasar modal Indonesia.

“Mayoritas investor asing masih mengambil sikap wait and see terhadap stabilitas makroekonomi domestik dan global sebelum kembali masuk secara agresif ke pasar,” ujar Wafi saat dihubungi baru-baru ini.

Ringkasan

Pada sesi perdagangan hari ini, Jumat (27 Maret 2026), saham-saham big banks seperti BBNI, BBCA, BBRI, dan BMRI kompak mengalami pelemahan. Penurunan bervariasi, dengan BBNI mencatat penurunan terbesar sebesar 2,00% dan BMRI mengalami penurunan paling moderat sebesar 0,21%.

Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menyarankan investor untuk berhati-hati dan menunggu publikasi laporan perekonomian kuartal pertama Indonesia. Laporan ini akan menjadi sentimen penting yang memengaruhi keputusan investasi, terutama bagi investor asing yang masih bersikap wait and see terhadap stabilitas makroekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *