Penyusutan Kepemilikan Asing di Bank Jago (ARTO), Investor Lokal Semakin Dominan
Kepemilikan saham investor asing di PT Bank Jago Tbk (ARTO) menunjukkan tren penurunan pada Maret 2026. Tercatat, hampir 5 juta lembar saham dilepas oleh investor luar negeri pada emiten bank digital ini selama periode tersebut.
Data dari laporan kegiatan registrasi saham yang disusun oleh PT Ficomindo Buana Registrar, dan dirilis pada Rabu (8/4), menunjukkan bahwa per 31 Maret 2026, investor asing menguasai sekitar 5,22 miliar saham ARTO. Angka ini setara dengan 37,64% dari total saham yang beredar. Jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, terjadi pengurangan kepemilikan asing sebanyak 4,89 juta saham.
Dominasi Investor Lokal Menguat
Menariknya, seiring dengan berkurangnya porsi kepemilikan investor asing, investor domestik justru meningkatkan kepemilikannya dalam jumlah yang setara. Kini, investor lokal memegang sekitar 8,64 miliar saham, atau sekitar 62,36% dari total saham Bank Jago yang beredar.
Meskipun terjadi pergeseran kepemilikan pada bulan tersebut, struktur kepemilikan saham ARTO secara keseluruhan masih didominasi oleh sejumlah pemegang saham besar. PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia masih menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan sekitar 4,13 miliar saham, setara dengan 29,80% dari total saham perseroan.
Selain itu, PT Dompet Karya Anak Bangsa tercatat memiliki sekitar 2,97 miliar saham atau 21,40%. Investor global seperti Wealth Track Technology Limited dan GIC Private Limited juga memiliki porsi signifikan, masing-masing memegang sekitar 11,68% dan 9,02% saham bank digital ini.
Secara kumulatif, kepemilikan keempat pemegang saham utama tersebut mencapai sekitar 71,89% dari total saham ARTO yang beredar.
Implikasi Perubahan Kepemilikan Saham ARTO
Perubahan komposisi investor ini mengindikasikan adanya pergeseran terbatas dalam struktur kepemilikan saham Bank Jago. Secara garis besar, investor domestik semakin memantapkan posisinya sebagai pemegang porsi terbesar di bank digital tersebut.
Bank Jago sendiri merupakan salah satu bank digital yang mengalami perkembangan pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Keunggulan Bank Jago terletak pada integrasi layanan keuangan digital dengan ekosistem teknologi, termasuk kolaborasi dengan platform ekonomi digital dan layanan keuangan berbasis aplikasi.
Performa Saham ARTO Terkini
Berdasarkan data perdagangan harian Bursa Efek Indonesia pada Rabu (8/4), harga saham ARTO berada di level Rp 1.365, atau naik 4,20%. Namun, secara *year to date* (ytd), harga saham ini mengalami koreksi sebesar 30,89%.
Baca juga:
* Bank Dunia Ungkap Syarat agar Fiskal RI Aman di Tengah Kenaikan Harga Energi
* Ongkos Haji 220 Ribu Jemaah Turun, Pemerintah Alokasikan Rp 1,77 T dari APBN
* OJK Ungkap Skema Penguatan Bursa Usai FTSE Pertahankan Status Pasar Saham RI
Ringkasan
Kepemilikan saham investor asing di Bank Jago (ARTO) mengalami penurunan pada Maret 2026, dengan pelepasan sekitar 4,89 juta lembar saham. Akibatnya, investor lokal semakin mendominasi kepemilikan saham ARTO, menguasai sekitar 62,36% saham yang beredar.
Meskipun terjadi pergeseran kepemilikan, struktur kepemilikan saham ARTO masih didominasi oleh pemegang saham besar seperti PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan PT Dompet Karya Anak Bangsa. Harga saham ARTO pada 8 April 2026 berada di level Rp 1.365, naik 4,20%, meskipun mengalami koreksi sebesar 30,89% secara *year to date*.