Saham Anjlok, Laba Bersih Prajogo Pangestu Diprediksi Meledak di 2025!

Shoesmart.co.id Jakarta. Harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, mengalami koreksi signifikan sejak awal tahun 2026. Meskipun demikian, perusahaan ini berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang tahun 2025.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, saham CDIA berada di level 835, naik 55 poin atau 7,05% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini memberikan sedikit angin segar di tengah tren penurunan yang terjadi.

Namun, perlu dicatat bahwa sejak awal tahun 2026, harga saham CDIA telah merosot tajam, terkoreksi sebesar 880 poin atau setara dengan penurunan 51,31%. Penurunan yang cukup dalam ini tentu menjadi perhatian bagi para investor.

Terlepas dari fluktuasi harga saham, CDIA berhasil membukukan pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Kinerja keuangan yang solid ini menjadi daya tarik tersendiri bagi emiten milik Prajogo Pangestu.

Laba bersih CDIA pada tahun 2025 melonjak hingga 285,26% secara tahunan (year on year/yoy), mencapai US$ 121,05 juta, dibandingkan dengan US$ 31,42 juta pada tahun 2024. Peningkatan laba yang fantastis ini menunjukkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan yang semakin baik.

Peluang Saham Lapis Kedua di 2026: Ini Sektor yang Bisa Jadi Jagoan Baru

Pendapatan Tumbuh Signifikan

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan CDIA mengalami kenaikan sebesar 44,77% yoy menjadi US$ 148,03 juta pada tahun 2025, dari US$ 102,25 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan ini menjadi salah satu faktor utama pendorong kinerja positif perusahaan.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan CDIA berasal dari beberapa segmen usaha, antara lain:

– Penjualan daya listrik dan jasa ketenagalistrikan: US$ 95,29 juta

– Jasa sewa kapal: US$ 34,63 juta

– Penjualan bahan bakar: US$ 10,55 juta

– Sewa tangki dan dermaga: US$ 5,56 juta

– Jasa angkutan kapal: US$ 1,75 juta

– Sewa gudang: US$ 254.908

Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga mengalami peningkatan sebesar 22,71% yoy menjadi US$ 112,64 juta dari US$ 91,79 juta. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Tonton: Prabowo Akui Penerimaan Negara Mulai Meningkat Usai Bersihkan Internal Pajak

Lonjakan Laba Didorong Pendapatan Non-Operasional

Dengan kenaikan pendapatan yang signifikan, laba kotor CDIA melonjak 238,01% yoy menjadi US$ 35,39 juta, dibandingkan dengan US$ 10,47 juta pada tahun 2024. Peningkatan laba kotor ini mencerminkan efisiensi operasional perusahaan yang semakin baik.

Lebih lanjut, laba sebelum pajak tercatat naik 285,91% yoy menjadi US$ 132,06 juta, dibandingkan dengan US$ 34,22 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk pendapatan non-operasional.

Kinerja positif ini juga didukung oleh lonjakan keuntungan bersih lain-lain yang meroket 1.524,04% yoy menjadi US$ 76,33 juta. Selain itu, terdapat kontribusi dari:

– Pendapatan keuangan naik 18,63% menjadi US$ 24,33 juta

– Pendapatan dari aset keuangan meningkat 97,34% menjadi US$ 22,26 juta

– Laba entitas asosiasi tumbuh 5,09% menjadi US$ 12,40 juta

Kondisi Neraca Keuangan

Hingga akhir tahun 2025, total aset CDIA tercatat sebesar US$ 1,74 miliar. Komposisi aset tersebut terdiri dari:

– Liabilitas: US$ 607,90 juta

– Ekuitas: US$ 1,14 miliar

Tonton: Iran Ancam Serang Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Kontras Kinerja dan Harga Saham

Meskipun kinerja keuangan perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang solid, tekanan pada harga saham CDIA sepanjang tahun 2026 mencerminkan sentimen pasar yang berbeda. Penurunan tajam lebih dari 50% sejak awal tahun menjadi perhatian investor, terutama di tengah lonjakan laba yang signifikan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh fundamental perusahaan, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti sentimen pasar, aksi ambil untung (profit taking), serta ekspektasi investor terhadap prospek perusahaan di masa depan.

Ringkasan

Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), perusahaan milik Prajogo Pangestu, mengalami penurunan signifikan di tahun 2026. Namun, perusahaan ini mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan di tahun 2025, dengan laba bersih melonjak 285,26% menjadi US$ 121,05 juta. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 44,77%, terutama dari penjualan daya listrik, jasa sewa kapal, dan penjualan bahan bakar.

Lonjakan laba bersih juga didukung oleh peningkatan pendapatan non-operasional, termasuk keuntungan bersih lain-lain yang meroket. Meskipun kinerja keuangan positif, harga saham CDIA mengalami tekanan di tahun 2026, mencerminkan sentimen pasar yang berbeda dan faktor eksternal. Total aset CDIA hingga akhir 2025 tercatat sebesar US$ 1,74 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *