JAKARTA, KONTAN.CO.ID – Kabar penting datang dari dunia ritel, perusahaan investasi asal Singapura, Pacific Universal Investments Pte. Ltd., secara resmi mengakuisisi 51% saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Langkah strategis ini menandai babak baru bagi emiten berkode saham MAPI tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Jumat (8/5/2026), Pacific Universal telah menuntaskan pengambilalihan sebanyak 8.466.000.000 lembar saham MAPI dari PT Satya Gema Gemilang. Nilai transaksi yang fantastis ini mencapai Rp 1.395 per saham, atau setara dengan total Rp 11,81 triliun.
“Dengan rampungnya transaksi ini, Pacific Universal secara sah menjadi pemegang kendali baru MAPI,” ungkap Corporate Secretary MAPI, Eva Andrianie, dalam pengumumannya.
IHSG Menguat Tipis 0,18%, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Pekan Depan
Sean Gustav Standish Hughes, Direktur Pacific Universal, menyampaikan bahwa tujuan utama dari akuisisi ini adalah untuk mengembangkan bisnis grup MAPI, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh kawasan Asia Tenggara. Sebuah visi yang menjanjikan potensi pertumbuhan yang signifikan.
Sebagai pemegang kendali baru, MAPI bersama dengan CVC Capital Partners plc akan menunjuk Samudra (Investment) Pte. Ltd. (SIPL) dan Ocean Continuum Pte. Ltd. (OCPL) untuk melaksanakan penawaran tender wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO), sesuai dengan ketentuan Pasal 8 POJK No. 9/2018. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan kepatuhan regulasi.
Perlu diketahui bahwa SIPL dan OCPL masing-masing dimiliki secara tidak langsung sebesar 51% oleh MAPI dan 49% oleh dana yang dikelola atau mendapat nasihat dari CVC Capital Partners plc beserta afiliasi dan entitas anak usahanya. Struktur kepemilikan ini dirancang untuk sinergi dan kolaborasi strategis.
“Kami juga menginformasikan bahwa harga pelaksanaan MTO untuk pembelian saham dari publik ditetapkan sebesar Rp 1.550 per saham, dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku,” jelas Sean lebih lanjut. Harga ini menjadi acuan penting bagi para investor.
Menilik data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, rata-rata harga tertinggi harian saham MAPI selama 90 hari terakhir hingga 7 Mei 2026 berada di level Rp 1.274 per saham. Dengan demikian, harga MTO sebesar Rp 1.550 per saham mencerminkan premium sekitar 22% dibandingkan dengan rata-rata harga tersebut. Ini merupakan kesempatan menarik bagi para pemegang saham.
Bagi para pemegang saham MAPI, penawaran tender wajib ini memberikan peluang untuk merealisasikan keuntungan atas investasi mereka pada MAPI dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar hingga tanggal 7 Mei 2026.
Mitratel (MTEL) Berencana Merger Internal, Simak Rekomendasi Sahamnya
Pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026), harga saham MAPI tercatat berada di level Rp 1.455 per saham, melonjak 12,38% secara harian. Kinerja positif ini juga tercermin sejak awal tahun, dengan pergerakan harga saham yang telah menguat sebesar 24,89%. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek MAPI di bawah kendali pemilik baru.
Ringkasan
Perusahaan investasi asal Singapura, Pacific Universal Investments Pte. Ltd., secara resmi mengakuisisi 51% saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dari PT Satya Gema Gemilang senilai Rp 11,81 triliun. Tujuan akuisisi ini adalah untuk mengembangkan bisnis grup MAPI di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan akuisisi ini, Pacific Universal menjadi pemegang kendali baru MAPI.
MAPI bersama CVC Capital Partners plc akan menunjuk SIPL dan OCPL untuk melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) dengan harga Rp 1.550 per saham, premium 22% dari harga rata-rata tertinggi harian saham MAPI dalam 90 hari terakhir. Harga saham MAPI melonjak 12,38% menjadi Rp 1.455 per saham pada penutupan perdagangan hari Jumat, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek MAPI.