Sah! Laba Stagnan, Saham Bank Mega

JAKARTA. Laba bersih PT Bank Mega Tbk (MEGA) menunjukkan tren stagnan di awal tahun 2026. Pada Januari 2026, emiten dengan kode saham MEGA ini mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 209,14 miliar. Angka ini практически tidak mengalami perubahan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, yang mencatatkan laba sebesar Rp 209,49 miliar.

Meskipun demikian, Bank Mega, yang berada di bawah naungan pengusaha Chairul Tanjung, berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 7,34% secara tahunan. Pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp 451,16 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 420,28 miliar.

Peningkatan yang lebih signifikan terlihat pada pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi Bank Mega. Pendapatan dari pos ini tumbuh sebesar 29,77% secara tahunan, mencapai Rp 143,49 miliar.

Bank Mega (MEGA) Bagi Saham Bonus 1:1, Terbitkan 11,74 Miliar Saham

Sayangnya, kinerja positif ini sedikit terhambat oleh kerugian akibat penurunan nilai aset keuangan (impairment) yang lebih besar. Pada Januari 2026, MEGA mencatatkan kerugian impairment sebesar Rp 43,69 miliar, meningkat 62,9% dibandingkan dengan Rp 26,82 miliar pada Januari 2025. Akibatnya, laba operasional MEGA mengalami penurunan tipis sebesar 1,16% secara tahunan, menjadi Rp 253,73 miliar.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mega juga mengalami penurunan sebesar 1,56% secara tahunan, menjadi Rp 63,5 triliun. Di sisi lain, nilai aset Bank Mega mengalami kenaikan tipis sebesar 1,01% secara tahunan, mencapai Rp 133,76 triliun.

Pada hari Senin (23/2/2026), harga saham MEGA ditutup dengan mengalami auto reject atas sebesar 24,77%, berada pada level Rp 4.130 per saham. Bersamaan dengan itu, Bank Mega berencana untuk membagikan saham bonus pada bulan April 2026.

Ringkasan

Laba bersih Bank Mega (MEGA) stagnan di Januari 2026, mencapai Rp 209,14 miliar, практически sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun laba stagnan, pendapatan bunga bersih Bank Mega naik 7,34% menjadi Rp 451,16 miliar dan pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi tumbuh 29,77% menjadi Rp 143,49 miliar.

Kinerja positif ini terhambat oleh peningkatan kerugian impairment sebesar 62,9%, menyebabkan laba operasional turun tipis. Penyaluran kredit juga mengalami penurunan sebesar 1,56% menjadi Rp 63,5 triliun. Meskipun demikian, aset Bank Mega naik tipis menjadi Rp 133,76 triliun, dan saham MEGA mengalami auto reject atas. Bank Mega juga berencana membagikan saham bonus pada bulan April 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *