Shoesmart.co.id – JAKARTA. Kabar penting bagi para pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Bank dengan kode emiten BBRI ini akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Jumat, 10 April 2026.
Pengumuman resmi dari manajemen BBRI yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 27 Februari 2026, menjelaskan bahwa pelaksanaan RUPST ini sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Selain itu, pelaksanaannya juga mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penyelenggaraan rapat umum pemegang saham, termasuk opsi penyelenggaraan secara elektronik atau *e-RUPS*.
Manajemen BRI mengumumkan bahwa pemanggilan rapat akan dilakukan selambat-lambatnya pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Informasi detail mengenai rapat ini akan diumumkan melalui situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta situs resmi perseroan.
Lantas, siapa saja yang berhak untuk hadir atau diwakili dalam RUPST ini? Pemegang saham yang berhak adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan dan/atau pada rekening efek di KSEI pada hari Kamis, 12 Maret 2026, pukul 17.00 WIB. Pastikan nama Anda terdaftar agar dapat menggunakan hak suara Anda.
IHSG Bangkit, Ini Aset Investasi Rekomendasi dari BRI Danareksa
Selain itu, BRI juga membuka kesempatan bagi pemegang saham yang mewakili setidaknya 1/20 dari jumlah seluruh saham dengan hak suara, termasuk pemegang saham Seri A Dwiwarna, untuk mengusulkan mata acara rapat. Usulan-usulan tersebut harus sudah diterima oleh direksi paling lambat pada hari Jumat, 6 Maret 2026.
Untuk memudahkan partisipasi, BRI mengimbau para pemegang saham yang tidak dapat hadir secara fisik untuk memberikan kuasa dan suaranya melalui sistem Electronic General Meeting System (eASY.KSEI). Batas waktu pemberian kuasa ini adalah hingga hari Kamis, 9 April 2026, pukul 12.00 WIB. Manfaatkan fasilitas ini agar suara Anda tetap terwakili.
Informasi ini hadir setelah BRI memaparkan kinerja perusahaan selama tahun 2025. Hingga akhir tahun tersebut, BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 57,13 triliun. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,26% secara tahunan, dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank justru berhasil tumbuh sebesar 12,31% *year-on-year (yoy)* menjadi Rp 1.521,49 triliun.
Dalam paparannya, Direktur Utama BRI, Herry Gunardi, juga memberikan sinyal positif terkait dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.
Herry menjelaskan bahwa kondisi permodalan BRI saat ini sangat kuat dan memadai. Hal ini membuka peluang bagi bank untuk membagikan rasio pembayaran dividen (*dividend payout ratio/DPR*) yang lebih tinggi dibandingkan level historis. Komitmen BRI adalah memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang sahamnya.
“Kalau dividen yang diberikan lebih besar, maka ROE (*return on equity*) juga akan meningkat,” ujar Herry, memberikan harapan bagi para investor.
Sebagai informasi tambahan, untuk tahun buku 2024, BRI telah membagikan dividen sebesar Rp 51,73 triliun dari total laba bersih sebesar Rp 60,15 triliun. Ini berarti *DPR* pada periode tersebut mencapai sekitar 86%. Jika *DPR* tahun ini lebih tinggi, potensi total dividen yang akan dibagikan oleh bank bisa melebihi Rp 49,14 triliun. Namun, keputusan final mengenai *DPR* bank untuk tahun buku 2025 akan ditentukan secara resmi dalam RUPST mendatang. Jadi, pantau terus informasi terbaru!
Ringkasan
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Jumat, 10 April 2026. Pemanggilan rapat akan dilakukan selambat-lambatnya pada 13 Maret 2026 dan informasi detail mengenai rapat akan diumumkan melalui situs KSEI, BEI, dan situs resmi perseroan. Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang terdaftar pada 12 Maret 2026.
RUPST ini akan menentukan rasio pembayaran dividen (DPR) untuk tahun buku 2025. Direktur Utama BRI memberikan sinyal positif terkait dividen yang akan dibagikan, mengindikasikan potensi DPR yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pemegang saham yang tidak dapat hadir secara fisik dapat memberikan kuasa melalui sistem eASY.KSEI hingga 9 April 2026.