JAKARTA, Shoesmart.co.id – Rupiah terus menunjukkan tekanan di pasar spot pada perdagangan tengah hari ini. Pada Rabu (4/3/2025), nilai rupiah berada di level Rp 16.931 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kondisi ini mencerminkan pelemahan sebesar 0,35% dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp 16.872 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini sejalan dengan tren yang dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Hingga pukul 12.41 WIB, rupee India tercatat sebagai mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia, anjlok hingga 0,77%. Menyusul kemudian dolar Taiwan yang merosot tajam sebesar 0,47%.
Nilai Tokenisasi Properti Melalui Blockchain Diprediksi Tembus US$ 4 Triliun di 2035
Selain rupee India dan dolar Taiwan, peso Filipina juga mengalami penurunan sebesar 0,36%, diikuti oleh baht Thailand yang tertekan 0,24%. Ringgit Malaysia dan dolar Singapura juga terkontraksi, masing-masing sebesar 0,16%.
Dolar Hongkong turut melemah sebesar 0,1%, sementara yuan China mengalami pelemahan tipis sebesar 0,05% pada perdagangan siang ini.
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia, naik sebesar 0,27%.
Yen Jepang juga menunjukkan penguatan terhadap the greenback, dengan kenaikan sebesar 0,1%.
Ringkasan
Nilai rupiah terus melemah di pasar spot, mencapai Rp 16.931 per dolar AS pada Rabu, 4 Maret 2025. Pelemahan ini sebesar 0,35% dibandingkan penutupan hari sebelumnya, sejalan dengan tren pelemahan yang dialami oleh mayoritas mata uang Asia.
Rupee India mengalami pelemahan terdalam di Asia, diikuti oleh dolar Taiwan dan peso Filipina. Sementara itu, won Korea Selatan dan yen Jepang menjadi mata uang yang mengalami penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan siang hari ini.