Shoesmart.co.id JAKARTA. Nilai tukar Rupiah di pasar spot kembali menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan siang Selasa (20/1/2026). Hingga pukul 11.54 WIB, kurs Rupiah tercatat berada pada level Rp 16.969 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menandai depresiasi sebesar 0,08% jika dibandingkan dengan posisi penutupan sehari sebelumnya yang berada di Rp 16.955 per dolar AS.
Pelemahan Rupiah ini tidak sendirian di kawasan Asia. Beberapa mata uang regional lainnya juga terpantau bergerak melemah terhadap dolar AS. Di antara yang paling signifikan adalah Won Korea yang terdepresiasi 0,26%, diikuti oleh Dolar Taiwan dengan penurunan 0,25%. Rupee India juga mencatat pelemahan sebesar 0,13%, sementara Peso Filipina turun 0,03%, dan Dolar Hong Kong sedikit merosot 0,006%. Performa Rupiah dengan pelemahan 0,08% menempatkannya di tengah-tengah daftar mata uang yang tertekan ini.
Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia menunjukkan tren negatif. Dolar Singapura terpantau stagnan, menjaga posisinya terhadap dolar AS. Sementara itu, sejumlah mata uang regional justru berhasil mencatatkan penguatan. Baht Thailand memimpin dengan kenaikan 0,32%, disusul oleh Yen Jepang yang menguat 0,06%. Yuan China juga menunjukkan apresiasi sebesar 0,04%, dan Ringgit Malaysia tidak ketinggalan dengan penguatan 0,02% terhadap mata uang Paman Sam.
Kondisi nilai tukar Rupiah ini juga tidak terlepas dari sentimen pasar yang terus memantau dinamika ekonomi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kekhawatiran pasar, baca juga: Rupiah Cetak Rekor Terendah, Pasar Khawatir Independensi Bank Indonesia.
Di tengah fluktuasi mata uang regional, indeks dolar global yang merefleksikan kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, menunjukkan tren penurunan. Saat ini, indeks dolar tercatat pada level 98,94, lebih rendah dibandingkan posisi 99,39 pada hari sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan bahwa dolar AS secara umum melemah terhadap mayoritas mata uang global.
Ringkasan
Pada Selasa (20/1/2026), nilai tukar Rupiah di pasar spot melemah, mencapai Rp 16.969 per dolar AS pada pukul 11.54 WIB. Angka ini menunjukkan depresiasi 0,08% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya. Pelemahan Rupiah ini sejalan dengan beberapa mata uang Asia lainnya yang juga terdepresiasi terhadap dolar AS.
Namun, tidak semua mata uang Asia melemah; beberapa seperti Baht Thailand, Yen Jepang, Yuan China, dan Ringgit Malaysia justru menguat. Di sisi lain, indeks dolar global menunjukkan tren penurunan, berada di level 98,94. Ini mengindikasikan bahwa dolar AS secara umum melemah terhadap mayoritas mata uang global.