Rupiah terpantau melemah di pasar spot pada perdagangan siang hari, Jumat (13 Februari 2026). Pada pukul 11:43 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp 16.848 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,12% dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.828 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia secara umum menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar AS pada sesi siang ini. Yen Jepang mengalami penurunan terdalam, mencapai 0,26%, diikuti oleh won Korea yang melemah 0,23%. Rupiah sendiri berada di urutan berikutnya dengan pelemahan 0,12%. Mata uang lain yang juga tertekan adalah rupee India (turun 0,10%), dolar Taiwan (turun 0,09%), baht Thailand (turun 0,08%), yuan China (turun 0,07%), dan dolar Singapura (turun 0,05%).
Namun, di tengah dominasi pelemahan, beberapa mata uang Asia justru berhasil mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Peso Filipina memimpin dengan kenaikan sebesar 0,22%, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,08%, dan dolar Hong Kong yang naik tipis 0,003%.
IHSG Melemah 0,57% ke 8.218 di Sesi I Jumat (13/2), SMGR, AMMN, EXCL Top Losers LQ45
Sementara itu, indeks dolar, yang menjadi tolok ukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama dunia, menunjukkan tren peningkatan. Indeks dolar berada di level 96,98, naik dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di 96,92. Kenaikan ini mengindikasikan penguatan dolar AS secara global.
Ringkasan
Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke level Rp 16.848 pada pukul 11:43 WIB, mengalami penurunan sebesar 0,12%. Pelemahan ini sejalan dengan tren umum di pasar Asia, di mana sebagian besar mata uang juga mengalami penurunan nilai terhadap dolar AS.
Meskipun demikian, beberapa mata uang Asia seperti peso Filipina dan ringgit Malaysia justru mengalami penguatan. Penguatan dolar AS secara global juga tercermin dari kenaikan indeks dolar yang mencapai level 96,98.