Rupiah Terkapar! Sentimen Pasar Bikin Dolar AS Sentuh Rp 16.675

Shoesmart.co.id JAKARTA. Nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (28/11/2025).

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot menunjukkan pelemahan sebesar 0,23% secara harian, berada di level Rp 16.675 per dolar AS. Namun, jika dilihat dari perspektif mingguan, rupiah justru mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,24% dibandingkan posisinya pada Jumat (21/11/2025) yang berada di level Rp 16.716 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,10% secara harian ke level Rp 16.661 per dolar AS. Senada dengan data Bloomberg, dalam sepekan terakhir, rupiah berdasarkan Jisdor BI menguat 0,34% dari level Rp 16.719 per dolar AS pada Jumat (21/11/2025).

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.675 Per Dolar AS Hari Ini (28/11)

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyoroti pergerakan rupiah yang bagaikan rollercoaster sepanjang pekan ini. Meskipun indeks dolar AS tertekan oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, kekhawatiran pasar terhadap potensi kebijakan longgar dari pemerintah dan BI turut membebani kinerja rupiah.

Ke depan, rupiah diperkirakan masih akan menghadapi tekanan, seiring dengan sikap hati-hati investor dalam mengantisipasi rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan pada Senin mendatang.

“Data inflasi ini akan menjadi salah satu faktor penentu kebijakan suku bunga BI ke depannya. Dari Amerika Serikat, investor juga akan fokus pada data ISM dan inflasi PCE,” jelas Lukman kepada Kontan, Jumat (28/11/2025). Lukman memprediksi pergerakan rupiah dalam sepekan ke depan akan berada dalam rentang Rp 16.550 – Rp 16.800 per dolar AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menambahkan bahwa rilis beberapa data ekonomi AS yang tertunda sejauh ini memberikan sinyal yang beragam terkait kondisi kesehatan ekonomi negara tersebut. Data Nonfarm Payroll (NFP) bulan September yang lebih kuat dari perkiraan, Indeks Harga Produsen (PPI) inti yang lebih lemah, serta data Pesanan Barang Tahan Lama yang optimis, berlawanan dengan data Penjualan Ritel yang lebih lemah dan peningkatan Tingkat Pengangguran.

Meskipun data ekonomi menunjukkan sinyal yang bercampur aduk, para pelaku pasar tetap meyakini bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya pada pertemuan bulan Desember. Pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 85% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah dalam sepekan mendatang akan bergerak dalam rentang Rp 16.640 – Rp 16.780 per dolar AS.

IHSG Melemah 0,43% ke 8.508 pada Jumat (28/11/2025), AMMN,MBMA, INCO Top Losers LQ45

Ringkasan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada Jumat, 28 November 2025. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,23% ke level Rp 16.675 per dolar AS, meskipun secara mingguan mencatatkan penguatan tipis. Data Jisdor Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan harian, namun penguatan mingguan.

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap potensi kebijakan longgar pemerintah dan BI, meskipun indeks dolar AS tertekan. Analis memperkirakan rupiah akan menghadapi tekanan seiring antisipasi data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, serta data ekonomi AS seperti ISM dan inflasi PCE. Perkiraan rentang pergerakan rupiah dalam sepekan ke depan adalah Rp 16.640 – Rp 16.780 per dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *