Rupiah Terjun Bebas: Prediksi Rupiah Senin dan Analisisnya

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menunjukkan pelemahan pada perdagangan hari Jumat (13 Maret 2026). Data Bloomberg mencatat, rupiah di pasar spot terdepresiasi sebesar 0,38% menjadi Rp 16.958 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,20% ke level Rp 16.934 per dolar AS.

Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah sejalan dengan tren pelemahan mata uang regional dan utama dunia lainnya terhadap dolar AS. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya sentimen risk off global yang dipicu kekhawatiran mendalam terkait konflik di Timur Tengah. Eskalasi konflik tersebut mendorong harga minyak dunia kembali melonjak dan indeks dolar AS mencapai titik tertinggi sejak November 2025, yakni di level 100,3.

Ke depan, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh respons pasar terhadap rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS. “Meskipun demikian, sentimen utama yang akan memengaruhi pasar tetaplah perkembangan perang di Timur Tengah,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).

Laba Adaro Andalan (AADI) di 2025 Turun 36%, Tapi Analis Kerek Laba Tiga Tahun Depan

Lebih lanjut, Lukman menyoroti bahwa investor saat ini juga menantikan pernyataan resmi dari Bank Indonesia terkait posisi dan kebijakan rupiah di tengah dinamika pasar yang berkembang. “Secara umum, rupiah diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan, kecuali jika sentimen pasar dapat berbalik arah secara drastis,” jelas Lukman.

Untuk proyeksi pergerakan rupiah pada Senin (16/3), Lukman memperkirakan akan berada dalam rentang Rp 16.900 – Rp 17.050 per dolar AS.

Senada dengan Lukman, Kepala Ekonom BCA, David Sumual, juga berpendapat bahwa pergerakan rupiah ke depan masih akan didikte oleh ketidakpastian eksternal, khususnya yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga minyak global. David memproyeksikan rupiah pada Senin (16/3) akan bergerak dalam kisaran Rp 16.850 – Rp 17.050 per dolar AS.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah melemah pada Jumat, 13 Maret 2026, tercatat di Bloomberg sebesar Rp 16.958 per dolar AS dan di Jisdor BI sebesar Rp 16.934 per dolar AS. Pelemahan ini disebabkan oleh sentimen risk off global akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan indeks dolar AS naik.

Analis memprediksi pergerakan rupiah ke depan akan dipengaruhi oleh data inflasi PCE AS dan perkembangan konflik Timur Tengah. Rupiah diperkirakan masih akan tertekan dan diperkirakan akan berada dalam rentang Rp 16.900 – Rp 17.050 per dolar AS pada Senin, 16 Maret. Ketidakpastian eksternal, terutama konflik Timur Tengah, masih akan mendikte pergerakan rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *