Shoesmart.co.id, JAKARTA. Nilai tukar rupiah menunjukkan sinyal positif di pasar valuta asing, dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini.
Data Bloomberg mencatat, pada pukul 09.15 WIB, Kamis (26 Februari 2026), rupiah berada di level Rp 16.749 per dolar AS. Angka ini mencerminkan penguatan sebesar 0,30% dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.800 per dolar AS.
Sebagai informasi, kemarin di pasar spot, rupiah juga menunjukkan tren positif dengan menguat 0,17% secara harian ke level Rp 16.800 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,10% secara harian, mencapai Rp 16.813 per dolar AS.
Rupiah Jisdor Melemah 0,24% ke Rp 16.895 per Dolar AS pada Kamis (19/2/2026)
Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa penguatan rupiah kali ini didukung oleh sentimen risk on yang positif serta aliran dana asing (inflow) yang masuk ke pasar ekuitas domestik.
Selain itu, indeks dolar AS juga mengalami tekanan setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan tarif.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi seiring dengan antisipasi investor terhadap perkembangan perundingan nuklir antara AS dan Iran,” ujar Lukman pada Rabu (25/2).
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menambahkan bahwa lembaga pemeringkat Moody’s memproyeksikan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia akan tetap stabil di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang.
Rupiah Spot Melemah 0,22% ke Rp 16.922 per Dolar AS pada Kamis (19/2) Pagi
Proyeksi ini diyakini akan semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap surat utang pemerintah Indonesia (SUN).
Melihat pergerakan ini, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah pada Kamis (26/2) akan berada di kisaran Rp 16.800–Rp 16.830 per dolar AS. Sementara itu, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.750–Rp 16.900 per dolar AS.
Ringkasan
Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Data Bloomberg mencatat rupiah berada di level Rp 16.749 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB, Kamis (26 Februari 2026), menguat 0,30% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Penguatan rupiah ini didukung oleh sentimen risk on dan aliran dana asing ke pasar ekuitas domestik. Selain itu, indeks dolar AS tertekan setelah pernyataan Presiden AS terkait kebijakan tarif. Para analis memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.750 – Rp 16.900 per dolar AS.