Rupiah Menguat! Sentimen Positif Dorong ke Rp 16.802, Besok Lanjut?

Shoesmart.co.id, JAKARTA – Awal pekan ini menjadi kabar baik bagi nilai tukar rupiah. Di pasar spot, rupiah menunjukkan taringnya dan berhasil ditutup menguat. Data dari Bloomberg pada hari Senin (23/2) mencatat, nilai rupiah berada di level Rp 16.802 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 0,51% dibandingkan dengan penutupan di akhir pekan sebelumnya yang berada di posisi Rp 16.888 per dolar AS.

Kabar positif juga datang dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI). Data BI menunjukkan bahwa rupiah berada di level Rp 16.818 per dolar AS pada hari yang sama. Ini berarti rupiah menguat 0,24% dibandingkan hari sebelumnya, yang berada di level Rp 16.885 per dolar AS.

Lantas, apa yang menjadi pendorong utama penguatan rupiah ini? Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan ini tak lepas dari melemahnya dolar AS secara signifikan. Tekanan terhadap dolar AS ini dipicu oleh rilis data pertumbuhan ekonomi AS yang jauh di bawah ekspektasi pasar.

“Selain itu, sentimen juga datang dari putusan Mahkamah Agung (MA) yang menganulir kebijakan tarif yang sebelumnya dikaitkan dengan Donald Trump,” ungkap Lukman kepada Kontan pada hari Senin (23/2/2026). Putusan ini turut memberikan angin segar bagi pergerakan mata uang Garuda.

Menatap perdagangan hari Selasa (24/2/2026), Lukman memprediksi bahwa pergerakan rupiah akan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Pasalnya, tidak ada data ekonomi penting yang dirilis baik dari dalam negeri maupun secara global yang berpotensi menjadi penggerak utama pasar.

Lebih lanjut, Lukman menambahkan bahwa pasar akan fokus mencermati perkembangan isu tarif perdagangan, terutama setelah adanya ancaman penerapan tarif global sebesar 15% oleh Trump. Selain itu, dinamika geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Lukman memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah pada hari Selasa (24/2/2026) akan bergerak dalam kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS. Pasar akan terus memantau perkembangan global untuk mengantisipasi pergerakan rupiah selanjutnya.

Azko dan Neka Jadi Kunci Pertumbuhan ACES di Tengah Tantangan Daya Beli

Ringkasan

Rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS, mencapai Rp 16.802 berdasarkan data Bloomberg dan Rp 16.818 menurut data Jisdor BI. Penguatan ini didorong oleh melemahnya dolar AS akibat data pertumbuhan ekonomi AS yang di bawah ekspektasi dan sentimen positif dari putusan MA terkait kebijakan tarif.

Untuk perdagangan hari Selasa, pergerakan rupiah diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya isu tarif perdagangan dan dinamika geopolitik di Timur Tengah. Proyeksi nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *