Rupiah Menguat Hari Ini: Sentuh Rp 16.903 per Dolar AS

JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa yang solid di pasar spot, berhasil mempertahankan penguatannya hingga sesi perdagangan tengah hari ini. Pada Kamis, 22 Januari 2026, berdasarkan data dari Shoesmart.co.id, rupiah tercatat berada di level Rp 16.903 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kinerja ini menandai apresiasi sebesar 0,19% bagi rupiah, membaik signifikan dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.936 per dolar AS. Pergerakan positif nilai tukar rupiah ini juga sejalan dengan tren mayoritas mata uang utama di kawasan Asia.

Hingga pukul 12.50 WIB, dinamika pasar mata uang Asia menunjukkan beberapa penguatan yang patut dicatat. Peso Filipina memimpin penguatan di Asia dengan lonjakan impresif 0,21%. Mengikuti jejaknya, rupee India juga berhasil terkerek 0,09%, menunjukkan sentimen positif terhadap mata uang di Asia Selatan.

Tidak hanya itu, yuan China turut mengalami kenaikan tipis 0,03%. Sementara itu, dolar Hong Kong dan dolar Singapura sama-sama mencatatkan penguatan sebesar 0,02%. Disusul kemudian oleh dolar Taiwan yang juga menguat tipis 0,016% terhadap the greenback pada pertengahan hari ini.

Ketegangan Geopolitik Reda, Harga Tembaga Global Berbalik Arah?

Namun, di tengah gelombang penguatan tersebut, beberapa mata uang di Asia justru menghadapi tekanan. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, anjlok hingga 0,61% terhadap dolar AS. Menyusul kemudian won Korea Selatan yang terkoreksi 0,34% dan yen Jepang yang turun 0,25%, menunjukkan adanya tekanan pada mata uang-mata uang tersebut.

Tren pelemahan juga merambah ringgit Malaysia, yang terpantau melemah tipis 0,04%. Fluktuasi ini menggambarkan dinamika pasar mata uang global yang kompleks, di mana faktor-faktor regional dan sentimen investor turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah menunjukkan kinerja solid di pasar spot, menguat hingga Rp 16.903 per dolar AS pada Kamis, 22 Januari 2026. Apresiasi ini sebesar 0,19% dari posisi penutupan sebelumnya di Rp 16.936, sejalan dengan tren mayoritas mata uang utama di Asia yang juga mengalami penguatan.

Beberapa mata uang Asia lainnya yang menguat antara lain Peso Filipina (+0,21%) dan Rupee India (+0,09%). Namun, tidak semua mata uang di kawasan tersebut positif, dengan Baht Thailand melemah 0,61%, diikuti Won Korea Selatan dan Yen Jepang yang juga terkoreksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *