Shoesmart.co.id, JAKARTA – Rupiah menunjukkan performa yang solid di pasar spot hingga penutupan perdagangan hari ini. Pada hari Senin (26 Januari 2026), nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp 16.820 per dolar Amerika Serikat (AS).
Angka ini mencerminkan penguatan sebesar 0,26% dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya, yaitu Rp 16.896 per dolar AS. Kenaikan nilai rupiah ini sejalan dengan tren positif yang dialami oleh sebagian besar mata uang di kawasan Asia.
Hingga pukul 15.00 WIB, won Korea memimpin penguatan mata uang di Asia dengan lonjakan signifikan sebesar 1,46%. Posisi kedua ditempati oleh yen Jepang yang juga mengalami kenaikan sebesar 0,92%.
Pemerintah Incar Rp 25 T dari Penerbitan ORI029, Masih Buka Potensi Penambahan Kuota
Selain won dan yen, ringgit Malaysia turut mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 0,86%. Dolar Taiwan juga ditutup menguat sebesar 0,24%, diikuti oleh peso Filipina yang terapresiasi sebesar 0,22%.
Mata uang lainnya yang juga mengalami kenaikan adalah dolar Singapura dan yuan China, masing-masing sebesar 0,18% dan 0,08%. Dolar Hongkong juga mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,009%.
Di tengah tren penguatan mayoritas mata uang Asia, baht Thailand menjadi satu-satunya yang mengalami pelemahan. Mata uang Negeri Gajah Putih ini turun tipis sebesar 0,04% terhadap the greenback.
Ringkasan
Pada tanggal 26 Januari 2026, Rupiah menguat terhadap Dolar AS, ditutup pada level Rp 16.820, naik 0,26% dari hari sebelumnya. Penguatan Rupiah ini sejalan dengan tren positif yang dialami oleh sebagian besar mata uang di kawasan Asia.
Won Korea memimpin penguatan mata uang Asia dengan kenaikan 1,46%, diikuti oleh Yen Jepang (0,92%) dan Ringgit Malaysia (0,86%). Baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang yang melemah terhadap Dolar AS, turun sebesar 0,04%.