Shoesmart.co.id, JAKARTA – Kabar baik menghampiri pasar valuta asing hari ini. Nilai tukar rupiah berhasil membalikkan tren dan menguat hingga penutupan perdagangan. Pada hari Rabu, 25 Februari 2026, rupiah ditutup pada level Rp 16.800 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Penguatan ini menandai kenaikan sebesar 0,17% dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.829 per dolar AS. Pergerakan positif rupiah ini sejalan dengan tren penguatan yang dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang di Asia, melonjak sebesar 0,58% hingga pukul 15.00 WIB. Diikuti oleh peso Filipina yang ditutup dengan kenaikan signifikan sebesar 0,43%.
Sentul City (BKSL) Bebas dari Gugatan Pailit, Ini Detailnya
Dolar Taiwan juga menunjukkan performa yang baik dengan kenaikan sebesar 0,42%. Sementara itu, dolar Singapura dan yuan China sama-sama menguat sebesar 0,22%.
Ringgit Malaysia juga mencatatkan apresiasi sebesar 0,2%, dan baht Thailand naik tipis sebesar 0,08%. Rupee India turut menguat, meskipun hanya sebesar 0,06%.
Dolar Hongkong juga mengalami penguatan tipis sebesar 0,03% terhadap the greenback.
Di sisi lain, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang mengalami pelemahan, turun sebesar 0,05% pada perdagangan sore ini.
Ringkasan
Pada hari Rabu, 25 Februari 2026, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp 16.800 per dolar AS di pasar spot, naik 0,17% dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan rupiah ini sejalan dengan tren positif yang dialami oleh sebagian besar mata uang di kawasan Asia.
Won Korea Selatan dan peso Filipina memimpin penguatan mata uang Asia, sementara mata uang lainnya seperti dolar Taiwan, dolar Singapura, yuan China, ringgit Malaysia, baht Thailand, rupee India, dan dolar Hongkong juga mengalami apresiasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah pada perdagangan hari itu.