Rupiah Anjlok! Cadangan Devisa Turun, Dolar AS Tembus Rp 16.876

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Data dari Bloomberg menunjukkan, rupiah di pasar spot mengalami pelemahan sebesar 0,20% menjadi Rp 16.876 per dolar AS.

Senada dengan itu, Bank Indonesia (BI) melalui kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat pelemahan rupiah sebesar 0,36% ke level Rp 16.887 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat mata uang, menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memicu pelemahan rupiah adalah penurunan posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2026. Cadangan devisa tercatat sebesar US$ 154,6 miliar, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 156,5 miliar.

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.876 Per Dolar AS Hari Ini (6/2), Asia Bervariasi

Penurunan cadangan devisa ini, menurut Ibrahim, dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang diambil oleh BI sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Meski demikian, Ibrahim menegaskan bahwa level cadangan devisa saat ini masih cukup kuat untuk menopang perekonomian.

“Meskipun mengalami penurunan, cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Ibrahim pada Jumat (6/2/2026).

Rupiah Spot Melemah 0,23% ke Rp 16.880 per Dolar AS, Jumat (6/2) Siang

Menatap ke depan, BI optimistis bahwa ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap solid, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai. Selain itu, BI juga melihat adanya potensi aliran masuk modal asing yang berkelanjutan, seiring dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang menarik. Bank sentral berjanji untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam memperkokoh ketahanan eksternal, dengan tujuan menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Untuk pergerakan rupiah pada awal pekan depan, Ibrahim memprediksi akan terjadi fluktuasi. Namun, ia memperkirakan rupiah akan ditutup melemah dengan perkiraan rentang pergerakan antara Rp 16.870 hingga Rp 16.920 per dolar AS.

Moody’s Pangkas Outlook RI, Rupiah Kembali Melemah pada Jumat (6/2) Pagi

Ringkasan

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp 16.876 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg dan Rp 16.887 per dolar AS menurut kurs acuan Jisdor BI pada 6 Februari 2026. Pelemahan ini dipicu oleh penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi US$ 154,6 miliar pada Januari 2026, yang disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri dan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI.

Meskipun cadangan devisa menurun, levelnya masih dianggap cukup kuat untuk menopang perekonomian. BI optimistis ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap solid dan memperkirakan rupiah akan terus berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di awal pekan depan, dengan perkiraan rentang pergerakan antara Rp 16.870 hingga Rp 16.920 per dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *