RS Siloam (SILO) akan beli saham subsidiary First REIT total Rp9 triliun

JAKARTA – PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), emiten pengelola jaringan rumah sakit Siloam, berencana mengakuisisi saham dari sejumlah pihak dengan nilai total mencapai Rp9 triliun. Langkah strategis ini diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lewi Aga Basoeki, Sekretaris Perusahaan SILO, menjelaskan bahwa pembelian aset ini tergolong material. “Perseroan dan anak perusahaannya akan membeli saham dari Para Penjual, yang bukan merupakan afiliasi perseroan, dalam dua tahap yang disertai dengan hak opsi oleh Para Penjual,” ungkap Lewi pada Rabu, 1 April 2026.

Secara rinci, transaksi tahap pertama bernilai Rp5,12 triliun, sementara transaksi tahap kedua mencapai Rp3,87 triliun. Untuk memuluskan aksi korporasi ini, SILO akan memanfaatkan fasilitas kredit sindikasi sebagai sumber pendanaan eksternal.

Lewi menambahkan bahwa nilai transaksi Rp9 triliun tersebut merupakan nilai keseluruhan berdasarkan properti yang telah disepakati, sebelum penyesuaian nilai aset bersih serta komitmen belanja modal yang masih berjalan.

Transaksi ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman Awal (MoU) tidak mengikat yang telah disampaikan SILO pada 13 Januari 2025 kepada First REIT Management Limited, yang bertindak sebagai manajer dari First Real Estate Investment Trust (First REIT).

Sebagai tindak lanjut, SILO dan anak usahanya telah menandatangani Perjanjian Penjualan Saham Bersyarat (PPJB) pada 1 April 2026 dengan Para Penjual. PPJB ini mengatur serangkaian transaksi jual-beli saham yang disebut sebagai Transaksi Tahap Pertama.

Selain itu, telah ditandatangani pula Perjanjian Opsi Jual pada tanggal yang sama, yaitu 1 April 2026, antara Para Pemberi Opsi dan Para Penerima Opsi. Perjanjian ini mengatur kemungkinan divestasi bersyarat atas kepemilikan saham Para Penerima Opsi, yang dikenal sebagai Transaksi Tahap Kedua.

“Semua transaksi yang dilakukan dalam kerangka Transaksi ini didasarkan pada fakta bahwa PPJB dan Perjanjian Opsi Jual merupakan satu kesatuan perjanjian di antara para pihak. Para pihak tidak akan melakukan transaksi apa pun jika tidak demikian,” tegas Lewi.

Manajemen SILO berharap transaksi ini akan memberikan dampak positif bagi perseroan, sejalan dengan rencana ekspansi bisnis dan strategi perusahaan dalam tahun keuangan berjalan.

Berdasarkan lampiran pengumuman tersebut, pihak penjual teridentifikasi sebagai Lovage, GOT, Primerich, Henley, Rhuddlan, Caernarfon, Globalink, Fortuna, Finura, Glamis, SHKP I, SHKP II, Sriwijaya I, Sriwijaya II, SHButon I, dan SHButon II. Saham dari entitas-entitas ini dimiliki secara tidak langsung oleh First REIT.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) berencana mengakuisisi saham dari sejumlah pihak dengan nilai total Rp9 triliun. Pembelian aset ini dilakukan dalam dua tahap dengan memanfaatkan fasilitas kredit sindikasi sebagai sumber pendanaan eksternal.

Transaksi ini merupakan kelanjutan dari MoU dengan First REIT Management Limited. SILO dan anak usahanya telah menandatangani Perjanjian Penjualan Saham Bersyarat (PPJB) dan Perjanjian Opsi Jual. Manajemen SILO berharap transaksi ini akan memberikan dampak positif bagi perseroan sejalan dengan rencana ekspansi bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *