RMKE: Angkutan & Trading Batubara Meroket di Januari 2026!

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT RMK Energy Tbk (RMKE) memulai tahun dengan catatan kinerja yang mengesankan, didorong oleh peningkatan signifikan baik di segmen jasa pengangkutan batu bara maupun penjualan (trading).

Di segmen jasa pengangkutan batu bara, terjadi lonjakan volume pengangkutan melalui hauling road yang sangat fantastis, mencapai 9,26 kali lipat. Secara rinci, volume jasa melalui hauling road ini tercatat sebesar 167.500 ton, meroket tajam dibandingkan dengan 16.300 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, RMKE berhasil mengangkut 703 ribu ton batu bara ke kapal tongkang sepanjang Januari 2026. Segmen penjualan batu bara pun tak kalah gemilang, tumbuh 4 kali lipat hingga mencapai 513.600 ton.

Harga Emas Spot Naik 1,1%, Investor Tunggu Arah Bunga The Fed

Pertumbuhan eksponensial ini tak lepas dari kontribusi positif tiga klien baru yang mulai menggunakan jasa RMKE sejak tahun lalu, yaitu PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan PT Menambang Muara Enim (MME).

Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra, menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, bulan Januari biasanya merupakan periode low season dengan rata-rata volume bulanan muatan tongkang sekitar 450.000 ton batu bara.

“Namun, di awal tahun ini, kami mampu mengangkut 703.000 ton. Kami meyakini bahwa volume jasa baru melalui hauling road menjadi penopang utama kinerja operasional kami,” jelasnya dalam keterangan resmi pada Rabu (18/2).

Vincent optimistis bahwa perbaikan kinerja operasional di awal tahun ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan RMKE di masa mendatang. Laporan keuangan tahun buku 2025 saat ini masih dalam proses finalisasi.

Meskipun demikian, berdasarkan laporan keuangan internal (in house), kinerja keuangan RMKE menunjukkan tren yang positif. Pada kuartal IV-2025, pendapatan RMKE mencapai Rp 1,1 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 105 miliar.

“Dengan berlanjutnya perbaikan kinerja operasional yang baik di awal tahun ini, kami semakin optimis untuk mencapai target operasional dan keuangan tahun 2026,” imbuh Vincent.

Meski demikian, Vincent mengingatkan bahwa ada risiko yang perlu diwaspadai, yaitu kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu operasional, seperti terhambatnya distribusi dengan kapal tongkang akibat volume air di Sungai Musi yang meningkat.

OJK, BEI, dan KSEI Dorong Penyesuaian Free Float dan Keterbukaan Data, Ini Langkahnya

Ringkasan

PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan peningkatan signifikan di segmen jasa pengangkutan batu bara dan penjualan pada Januari 2026. Volume pengangkutan melalui hauling road melonjak 9,26 kali lipat menjadi 167.500 ton, sementara total pengangkutan batu bara ke kapal tongkang mencapai 703 ribu ton. Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi tiga klien baru yang mulai menggunakan jasa RMKE sejak tahun sebelumnya.

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menyatakan optimisme atas perbaikan kinerja operasional ini, yang diharapkan berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang. Meskipun laporan keuangan tahun buku 2025 masih dalam proses finalisasi, data internal menunjukkan tren positif, dengan pendapatan kuartal IV-2025 mencapai Rp 1,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp 105 miliar. RMKE mewaspadai potensi risiko gangguan operasional akibat kondisi cuaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *