Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik yang semakin meningkat, investasi reksadana tetap menjadi opsi menarik. Namun, investor kini dituntut lebih cerdas dan selektif dalam memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Genta Wira Anjalu, Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, menekankan pentingnya menyesuaikan pilihan reksadana dengan profil risiko investor. Menurutnya, investor dengan profil konservatif sebaiknya tetap mengutamakan reksadana pasar uang karena karakteristiknya yang stabil dan likuiditasnya yang tinggi.
“Reksadana pasar uang tetap menjadi pilihan ideal karena volatilitasnya rendah dan mudah dicairkan,” jelas Genta kepada Kontan, Senin (4/5/2026).
Sementara itu, bagi investor dengan profil risiko moderat, reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran konservatif bisa menjadi pertimbangan yang menarik. Genta menjelaskan bahwa reksadana pendapatan tetap berpotensi mendapatkan keuntungan dari pergerakan yield obligasi. Di sisi lain, reksadana campuran menawarkan peluang imbal hasil tambahan dari investasi saham dengan tingkat risiko yang lebih terdiversifikasi.
Senada dengan Genta, Reza Fahmi Riawan, Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPMA), juga menekankan pentingnya mempertimbangkan profil risiko dan jangka waktu investasi dalam memilih instrumen reksadana.
“Bagi investor dengan profil konservatif, reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap jangka pendek hingga menengah masih relevan karena menawarkan stabilitas yang lebih tinggi,” kata Reza.
Untuk investor dengan profil moderat, reksadana campuran dapat menjadi alternatif yang menarik untuk mencapai keseimbangan antara potensi keuntungan dan risiko.
“Reksadana campuran dapat memberikan keseimbangan antara potensi imbal hasil dan pengelolaan risiko, terutama dalam kondisi pasar yang dinamis seperti saat ini,” tambah Reza.
Meskipun demikian, kedua analis tersebut mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul di masa depan.
Genta menyoroti risiko global sebagai perhatian utama, terutama terkait kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan yield US Treasury, serta ketegangan geopolitik yang berkelanjutan. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi sentimen terhadap aset-aset domestik.
“Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah inflasi dan harga komoditas, khususnya energi, yang dapat berdampak pada kebijakan moneter dan daya beli masyarakat,” jelas Genta.
Dari sisi domestik, Genta menambahkan bahwa investor juga perlu mencermati kinerja emiten, arah kebijakan belanja pemerintah, serta pergerakan arus dana asing di pasar keuangan.
Penting untuk diingat bahwa setiap jenis reksadana memiliki risiko yang berbeda. Reksadana saham cenderung memiliki volatilitas yang tinggi, sementara reksadana pendapatan tetap lebih sensitif terhadap perubahan yield obligasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Reza menilai bahwa ketidakpastian global dan dinamika geopolitik akan terus memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.
“Volatilitas berpotensi meningkat jika terjadi perubahan sentimen yang cepat, baik dari faktor eksternal maupun internal,” ujarnya.
Oleh karena itu, Reza menekankan pentingnya disiplin dalam melakukan alokasi aset dan memahami profil risiko masing-masing investor agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat dan bijaksana.
Ringkasan
Dalam memilih reksadana terbaik di tahun 2024, investor perlu menyesuaikan pilihan dengan profil risiko masing-masing. Reksadana pasar uang direkomendasikan untuk investor konservatif karena stabilitas dan likuiditasnya. Sementara itu, reksadana pendapatan tetap atau campuran konservatif bisa menjadi pilihan bagi investor dengan profil risiko moderat.
Investor juga perlu mewaspadai risiko global seperti kebijakan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar rupiah, inflasi, dan harga komoditas. Di sisi domestik, kinerja emiten, kebijakan belanja pemerintah, dan pergerakan dana asing perlu diperhatikan. Disiplin dalam alokasi aset dan pemahaman profil risiko sangat penting untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.