Shoesmart.co.id – JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat kembali mencetak sejarah! Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), indeks-indeks utama di Wall Street melesat ke rekor tertinggi baru, didorong oleh performa impresif saham-saham teknologi, khususnya sektor kecerdasan buatan (AI). Data ketenagakerjaan AS yang solid menjadi katalis utama bagi optimisme investor.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa, menandakan sentimen pasar yang sangat positif. Kenaikan ini terutama dipicu oleh saham-saham raksasa teknologi seperti NVIDIA dan Apple, yang menjadi motor penggerak utama.
Saham Nvidia dan Apple masing-masing melonjak lebih dari 2%. Lebih lanjut, indeks saham semikonduktor juga menunjukkan kebangkitan yang signifikan setelah sempat melemah sehari sebelumnya. Rekor baru ini mencerminkan optimisme yang meluas terhadap tingginya permintaan global akan infrastruktur AI.
Rilis data ekonomi terbaru mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja di Amerika Serikat mengalami peningkatan yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan April. Tingkat pengangguran juga stabil di angka 4,3%, yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.
Tiga Emiten Ini, ARCI, ISAT & SHIP Siap Tebar Dividen, Cek Jadwal dan Besarannya
Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat ini semakin memperkuat ekspektasi para pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), kemungkinan besar belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
“Ini menegaskan bahwa kita memiliki pasar tenaga kerja yang solid, yang memberikan kepercayaan kepada konsumen untuk terus mempertahankan pola belanja yang tangguh,” kata Sam Stovall, Chief Investment Strategist di CFRA Research, menjelaskan dampak data tersebut terhadap sentimen pasar.
Dengan demikian, pelaku pasar saat ini memproyeksikan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75% hingga akhir tahun ini.
Pada pembukaan perdagangan Jumat waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 106,64 poin atau 0,22% ke level 49.703,61. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,46% menjadi 7.371,21 dan Nasdaq melonjak 0,76% ke posisi 26.001,69.
Kinerja positif ini menempatkan S&P 500 dan Nasdaq pada jalur penguatan selama enam pekan berturut-turut, yang menjadi reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024. Sementara itu, Dow Jones berpotensi mencatatkan kenaikan selama dua pekan berturut-turut.
Optimisme yang melanda para investor tampaknya membuat pasar mengabaikan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk.
Harga minyak dunia sempat melonjak hingga menyentuh US$ 100 per barel sebelum akhirnya kembali melemah tipis. Pergerakan harga ini terjadi di tengah memudarnya harapan akan penyelesaian konflik di Timur Tengah dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting untuk distribusi minyak dan gas alam cair dunia.
Perusahaan Singapura Caplok 51% Saham MAPI Rp 11,8 T, Berikut Harga Tender Offernya
Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pemerintah Iran masih mempertimbangkan respons terhadap proposal yang diajukan oleh Amerika Serikat.
Di sisi lain, musim laporan keuangan emiten juga turut menjadi penopang reli pasar saham AS. Data dari LSEG menunjukkan bahwa sekitar 83% dari 440 perusahaan anggota S&P 500 yang telah melaporkan kinerja kuartal pertama berhasil melampaui ekspektasi laba dari para analis. Angka ini jauh di atas rata-rata historis jangka panjang sebesar 67%.
Meskipun demikian, ada beberapa perusahaan yang mencatat kinerja yang mengecewakan pasar.
Saham Cloudflare anjlok 18,6% setelah perusahaan mengumumkan pemangkasan sekitar 20% tenaga kerja serta proyeksi pendapatan kuartal kedua yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Kemudian, saham The Trade Desk turun 5,3% akibat proyeksi pendapatan kuartal kedua yang juga lebih rendah dari perkiraan para analis.
Sementara itu, CoreWeave merosot 9% setelah meningkatkan proyeksi belanja modal tahunan karena kenaikan biaya komponen.
Adapun saham platform perjalanan online Expedia melemah 8,7% setelah perusahaan menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah mulai menekan permintaan perjalanan.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan dengan saham yang mengalami penurunan di bursa New York maupun Nasdaq. Hal ini mencerminkan sentimen investor yang secara umum tetap positif terhadap prospek ekonomi dan sektor teknologi Amerika Serikat.
Ringkasan
Bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor baru pada Jumat (8/5/2026), didorong oleh sektor teknologi dan data, khususnya saham AI seperti NVIDIA dan Apple. Data ketenagakerjaan AS yang kuat menjadi pendorong utama optimisme investor, meskipun ada ketegangan geopolitik dan harga minyak yang sempat naik.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencapai level tertinggi sepanjang masa. Pasar optimis meskipun ada ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga. Musim laporan keuangan emiten juga berperan, dengan mayoritas perusahaan S&P 500 melampaui ekspektasi laba analis.