Rekomendasi Saham Teknikal Rabu: AKRA, UNTR, ARCI Berpotensi Cuan!

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Pasar modal Indonesia mengakhiri perdagangan Selasa (20/1/2026) dengan optimisme terbatas, kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat tipis 0,82 poin atau setara 0,01%, mencapai level 9.134,70.

Meskipun penguatan IHSG cenderung minimal, dinamika pasar menunjukkan geliat yang cukup seimbang, dengan 336 saham mencatatkan kenaikan, 323 saham mengalami penurunan, dan 143 saham bertahan stagnan. Sektor-sektor yang menjadi pendorong utama penguatan hari itu meliputi sektor barang baku yang melesat 2,49%, diikuti oleh sektor barang konsumen siklikal dengan kenaikan 2,08%, serta sektor perindustrian yang tumbuh 1,86%.

Avia Avian (AVIA) Kejar Pertumbuhan Kinerja di Tahun 2026, Simak Strateginya

Namun, tak semua sektor menunjukkan performa positif. Sektor transportasi menjadi salah satu yang menekan laju indeks dengan penurunan 0,63%, sementara sektor energi juga mengalami koreksi sebesar 0,32%.

Aktivitas perdagangan saham hari ini cukup ramai, tercermin dari total volume perdagangan saham yang mencapai 71,86 miliar saham, dengan total nilai transaksi yang mengesankan sebesar Rp 29,54 triliun.

Menyambut perdagangan Rabu (21/1/2026), para analis telah menyiapkan serangkaian rekomendasi teknikal untuk beberapa saham pilihan. Berikut adalah ulasan lengkapnya yang patut dicermati:

1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menunjukkan performa menjanjikan setelah berhasil melakukan breakout resistance pada level Rp 1.300 – Rp 1.315, sebuah area kunci yang membentuk neckline pola triple bottom. Indikator MACD turut memperkuat sinyal tren positif ini, didukung oleh peningkatan volume transaksi yang melampaui rata-rata 20 hari. Pada penutupan perdagangan Selasa (20/1/2026), AKRA ditutup menguat signifikan 2,70% dari hari sebelumnya, mencapai harga Rp 1.330 per saham.

Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, merekomendasikan Trading Buy untuk AKRA, dengan level resistance di Rp 1.430 dan support di Rp 1.280.

2. PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) menarik perhatian dengan munculnya pola long white body, disertai penguatan indikator RSI dan peningkatan volume perdagangan. Namun, Achmad Yaki dari BCA Sekuritas mengingatkan bahwa saham ini berpotensi mengalami profit taking jika gagal menembus level Rp 32.200 – Rp 32.500. Pada penutupan perdagangan Selasa (20/1/2026), saham UNTR menguat 1,51% dibandingkan hari sebelumnya, mencapai harga Rp 31.975 per saham.

Dengan pertimbangan tersebut, rekomendasi untuk UNTR adalah Sell On Strength, dengan level resistance di Rp 32.675 dan support di Rp 31.075.

3. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menunjukkan kinerja impresif dengan penguatan 6,04% dan ditutup di level Rp 2.020, disertai lonjakan volume pembelian. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan bahwa posisi ARCI saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3. Pada penutupan perdagangan Selasa (20/1/2026), saham ARCI tercatat menguat 6,04% dari perdagangan sebelumnya, menjadi Rp 2.020 per saham.

Rekomendasi yang diberikan untuk ARCI adalah Buy on Weakness, dengan level support di Rp 1.920 dan resistance di Rp 1.090.

Penjualan Lokal Lesu, ICBP Perkuat Pertumbuhan dari Ekspor, Cek Rekomendasinya

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (20/1/2026) dengan penguatan tipis 0,01% di level 9.134,70, ditopang sektor barang baku, konsumen siklikal, dan perindustrian. Sektor transportasi dan energi menjadi penekan laju indeks pada hari tersebut. Aktivitas perdagangan tercatat ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp 29,54 triliun.

Untuk perdagangan Rabu (21/1/2026), analis merekomendasikan beberapa saham secara teknikal. AKR Corporindo (AKRA) direkomendasikan “Trading Buy” setelah breakout resistance dan menguat 2,70%. United Tractors (UNTR) mendapat rekomendasi “Sell On Strength” meskipun menguat 1,51%, dengan potensi profit taking. Archi Indonesia (ARCI) yang naik 6,04% direkomendasikan “Buy on Weakness”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *