Shoesmart.co.id – JAKARTA. Sektor minyak dan gas (migas) diperkirakan masih akan menunjukkan prospek cerah di tahun 2026. Kinerja emiten migas diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas dan sentimen geopolitik global yang terus berkembang.
Beberapa analis pasar telah mengeluarkan rekomendasi saham untuk sejumlah emiten di sektor migas. Mari kita telaah lebih dalam rekomendasi saham sektor migas yang patut diperhatikan.
1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Langkah strategis Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memasuki pasar Malaysia melalui kontrak bagi hasil produksi (PSC) Cendramas, yang berlokasi di lepas pantai Malaysia, menandai babak baru bagi perusahaan. Kemitraan dengan EnQuest, spesialis aset tahap akhir, bertujuan untuk memaksimalkan nilai dari ladang-ladang yang telah matang dan menghasilkan kas. Bagi MEDC, ini merupakan strategi “panen” dengan risiko yang relatif rendah.
Fokus utama MEDC adalah memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk mempertahankan tingkat produksi dan menghasilkan arus kas bebas yang stabil, didukung oleh persyaratan fiskal yang berpotensi menguntungkan. Pendekatan ini lebih dipilih daripada eksplorasi berisiko tinggi.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 2.500
Analis: Hasan Barakwan, Maybank Sekuritas (Riset 12 Februari 2026)
2. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
Energi Mega Persada Tbk (ENRG) baru-baru ini mengumumkan penemuan sumber gas baru di Struktur East Walanga (EWL-1). Hasil uji menunjukkan laju aliran sebesar 25-36 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dan aliran terbuka absolut mencapai 120 MMSCFD, mengkonfirmasi potensi komersial yang signifikan. ENRG berencana untuk melakukan pengeboran lebih lanjut guna mengubah penemuan ini menjadi cadangan yang terukur, serta melanjutkan eksplorasi di Blok Sengkang. Diharapkan, produksi gas tambahan ini akan menopang kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 2.000
Analis: Sukarno Alatas, Kiwoom Sekuritas Indonesia
3. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan pendapatan sebesar US$ 196 juta pada kuartal ketiga tahun 2025, meningkat 3,4% secara *year on year* (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan gas yang kuat, pendapatan sewa kendaraan yang stabil, dan kontribusi pendapatan EPC (Engineering, Procurement, and Construction) tambahan dari akuisisi Hafar Group. Anak perusahaan RAJA, Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), telah terpilih sebagai pemenang lelang dalam proses penjualan saham SMS Development Limited (SMSDL). SMSDL memiliki kepemilikan tidak langsung sebesar 20% di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Dengan asumsi penyelesaian akuisisi ini terjadi pada tahun fiskal 2025 dan persetujuan peraturan telah diperoleh, kinerja konsolidasi RAJA akan mulai mencerminkan kontribusi dari akuisisi ini mulai kuartal pertama tahun 2026.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 7.900
Analis: Irsyady Hanief, Henan Putihrai Sekuritas (Riset 4 Desember 2025)
4. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tengah memposisikan diri untuk ekspansi jangka panjang melalui strategi akuisisi multi-horizon yang terencana. Dalam jangka pendek (1-3 tahun), RATU akan memprioritaskan investasi non-operasional, dengan fokus pada akuisisi PSC (Production Sharing Contract) besar yang saat ini belum diumumkan, tanpa memikul tanggung jawab operasional langsung. Selama fase ini, RATU akan bertindak sebagai pemegang saham partisipan, memanfaatkan modalnya untuk mengamankan saham strategis di PSC utama sambil meminimalkan keterlibatan operasional.
Rekomendasi: Speculative Buy
Target harga: Rp 20.000
Analis: Juan Harahap, Samuel Sekuritas Indonesia (Riset 2 Desember 2025)
Ringkasan
Analis pasar merekomendasikan beberapa saham emiten migas dengan prospek cerah di tahun 2026. Rekomendasi tersebut didasarkan pada dinamika harga komoditas dan sentimen geopolitik global. Saham yang direkomendasikan beli adalah MEDC dengan target harga Rp 2.500, ENRG dengan target harga Rp 2.000, dan RAJA dengan target harga Rp 7.900.
Selain itu, saham RATU direkomendasikan Speculative Buy dengan target harga Rp 20.000. Rekomendasi ini mempertimbangkan strategi ekspansi jangka panjang RATU melalui akuisisi PSC besar yang belum diumumkan. Penemuan sumber gas baru oleh ENRG dan potensi kontribusi dari akuisisi SMSDL oleh RAJA juga menjadi faktor penentu rekomendasi.