Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih rentan terhadap tekanan pada perdagangan hari ini, 9 Maret 2026. Selain eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah, sentimen dari dalam negeri juga turut memengaruhi arah pergerakan IHSG.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengungkapkan bahwa perkembangan konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari seminggu menjadi sentimen utama yang membayangi IHSG.
Konflik ini memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global. Akibatnya, harga minyak berpotensi melonjak dan memicu tekanan inflasi secara global. Investor global kini terus memantau secara saksama perkembangan situasi tersebut.
Di samping itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) juga menjadi perhatian. Pelemahan rupiah dapat memicu arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik, meningkatkan biaya impor, menambah tekanan inflasi, serta menekan sentimen investor asing terhadap pasar saham Indonesia.
Indeks Kompas100 Terjun 11%: Analis Justru Rekomendasi Beli Saham Berikut
“Dari sisi data ekonomi, pasar juga akan menantikan rilis Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia pada awal pekan ini. Data ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi konsumsi domestik,” jelas Reza pada hari Sabtu, 7 Maret 2026.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia menambahkan bahwa tensi geopolitik di Timur Tengah, yang berpotensi memicu perang energi, akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar saham. Aksi Iran yang mulai berani menyerang infrastruktur energi di kawasan Jazirah Arab, bahkan memblokade Selat Hormuz, semakin memperburuk situasi.
Dari dalam negeri, investor global sedang melakukan penyesuaian free float setelah adanya keterbukaan informasi mengenai pemegang saham di atas 1%. Pelaku pasar juga menantikan rilis kinerja emiten tahun 2025 yang diperkirakan akan memicu alokasi adjustment.
“Pasar juga tengah menantikan pengumuman indeks keyakinan konsumen untuk periode Februari 2026. Indeks ini diperkirakan masih akan berada di level optimis, yaitu di sekitar angka 128,” ujarnya pada hari Minggu, 8 Maret 2026.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati potensi peningkatan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan kekhawatiran terkait harga energi di dalam negeri, menyusul lonjakan harga minyak mentah dan batu bara di pasar global.
IHSG Diproyeksi Masih Tertekan Hari Ini (9/3), Simak Sentimen yang Menyeretnya
Tak hanya itu, pemangkasan outlook Indonesia menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat seperti Moody’s dan Fitch Ratings juga masih menjadi sorotan investor global, meskipun Indonesia masih mempertahankan status investment grade.
“Kami berpendapat bahwa investor juga akan kembali menghitung dampak jika tekanan fiskal Indonesia semakin dalam. Hingga Februari 2026, defisit sudah mencapai Rp 135,7 triliun atau 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang disebabkan oleh kenaikan belanja pemerintah sekitar 26%,” ungkap Audi.
Audi memprediksi bahwa IHSG akan bergerak di rentang level support 7.450 dan resistance 7.740 pada hari ini (9/3/2026). Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelemahan tren dan RSI menurun, mengindikasikan bahwa IHSG telah memasuki zona oversold.
Terdapat beberapa saham yang layak untuk dicermati oleh investor pada perdagangan hari ini. Di antaranya adalah saham BREN yang direkomendasikan untuk speculative buy dengan support di level Rp 7.000 per saham dan resistance di level Rp 8.725 per saham. Kemudian, saham AADI direkomendasikan untuk buy on break di level Rp 10.600 per saham, dengan support di level Rp 9.725 per saham dan resistance di level Rp 12.000 per saham. Terakhir, saham MEDC direkomendasikan untuk buy on weakness dengan support di level Rp 1.655 per saham dan resistance di level Rp 1.980 per saham.
BREN Chart by TradingView
Di sisi lain, Reza memperkirakan bahwa secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan support di kisaran 7.500–7.570 dan resistance terdekat pada 7.700–7.750 pada hari ini (9/3/2026).
Dia juga melihat bahwa pola pergerakan IHSG masih menyerupai dead cat bounce. Oleh karena itu, apabila support psikologis di level 7.500 kembali ditembus, koreksi berpotensi berlanjut lebih dalam.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, investor disarankan untuk lebih selektif dan mencermati saham-saham berbasis komoditas yang cenderung lebih defensif, seperti sektor emas, minyak, batu bara, dan crude palm oil (CPO).
Ringkasan
IHSG diprediksi masih rentan terhadap tekanan pada perdagangan 9 Maret 2026. Sentimen negatif berasal dari eskalasi konflik di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan potensi lonjakan harga minyak. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi perhatian karena dapat memicu capital outflow dan menambah tekanan inflasi.
Selain itu, pasar menantikan rilis Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia dan kinerja emiten tahun 2025. Analis memprediksi IHSG akan bergerak di rentang support 7.450 dan resistance 7.740. Saham BREN, AADI, dan MEDC direkomendasikan untuk dicermati dengan strategi speculative buy, buy on break, dan buy on weakness.