Rekomendasi Saham 2 Maret: IHSG Tertekan? Cek Pilihan Terbaik!

Shoesmart.co.id JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan ini diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh dampak konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran pada akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat (27/2/2026), IHSG tercatat menguat tipis 0,003% dan mencapai level 8.235,48.

Menurut Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memanasnya konflik AS-Israel dan Iran menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi pasar modal, termasuk IHSG. Secara umum, eskalasi geopolitik yang signifikan cenderung memicu aksi risk-off di pasar global, terutama pada awal perdagangan setelah jeda akhir pekan.

Reza menambahkan, potensi tekanan pada awal sesi perdagangan Senin (2/3) sangat mungkin terjadi. Hal ini dipicu oleh respons pasar terhadap lonjakan harga minyak dunia serta penguatan aset safe haven seperti emas dan dolar AS.

Perang AS-Israel vs Iran Berkobar, Begini Dampaknya ke Harga Minyak dan Emas

“Namun, peluang terjadinya aksi jual panik (panic selling) berskala besar relatif terbatas, kecuali jika terjadi eskalasi lebih lanjut yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global, misalnya gangguan serius pada pasokan energi dunia,” jelasnya pada Minggu (1/3/2026).

Sebagai informasi, IHSG memiliki cukup banyak saham yang berbasis komoditas. Dalam situasi geopolitik yang memanas seperti saat ini, kenaikan harga emas dan minyak justru berpotensi menjadi penahan laju pelemahan indeks.

Pasalnya, saham-saham di sektor energi dan emas biasanya memperoleh sentimen positif ketika harga komoditas global mengalami kenaikan. Hal ini dapat mengimbangi tekanan yang terjadi pada sektor lain, seperti perbankan atau konsumer.

Dengan demikian, meskipun tekanan global meningkat, komposisi pasar yang didominasi oleh sektor komoditas dapat membuat IHSG relatif lebih resilien dibandingkan dengan indeks saham yang lebih bergantung pada sektor teknologi atau manufaktur.

Sementara itu, Mayang Anggita, Senior Technical Analyst Panin Sekuritas, menyampaikan bahwa secara teknikal, IHSG sedang menguji level support, yaitu Neckline dari pola Double Bottom pada level 8.214 dan ditutup dengan pola Hammer.

Indikator Stochastic Golden Cross berada di sekitar area oversold, sehingga IHSG berpotensi untuk mengalami rebound menuju MA50 pada level 8.433 hingga resistance 8.437. Di sisi lain, support terdekat berada pada level 8.094 hingga angka psikologis level 8.000.

KISI Bakal Bawa 8 Perusahaan IPO di 2026, Ada Lighthouse Company

Menurut Mayang, investor cenderung melakukan aksi risk-off ketika ketegangan dan ketidakpastian akibat konflik geopolitik global meningkat. IHSG pun berpotensi bergerak lebih fluktuatif dalam menanggapi sentimen tersebut.

“Oleh karena itu, kami merekomendasikan untuk melakukan short term trading agar dapat memanfaatkan setiap momentum yang ada dan risiko yang lebih terukur,” tambahnya pada Minggu (1/3).

Di tengah sentimen konflik geopolitik di Timur Tengah, harga minyak berpotensi mengalami penguatan. Akibatnya, investor dapat mengamati saham-saham yang bergerak di sektor minyak dan gas (migas) seperti MEDC, ELSA, AKRA, PGAS, dan RAJA.

Selain minyak, harga komoditas emas juga turut terdampak. Hal ini seiring dengan volume perdagangan yang cenderung menguat dan kemunculan Stochastic Golden Cross yang membuat harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance US$ 5.400 per ons troi pada pekan ini.

Dengan demikian, investor juga dapat mencermati saham-saham yang bergerak di sektor emas, seperti MDKA, ANTM, PSAB, dan ARCI.

Di sisi lain, Reza memprediksi bahwa IHSG akan bergerak dengan support di area 8.100–8.150 pada hari ini (2/3/2026).

Jika tekanan global cukup besar, bukan tidak mungkin IHSG menguji area tersebut pada awal sesi perdagangan. Namun, selama level ini mampu bertahan, peluang technical rebound tetap terbuka. Sementara itu, resistance terdekat IHSG tetap berada di kisaran 8.350–8.400.

 
ELSA Chart by TradingView
 

Secara umum, IHSG berpotensi bergerak fluktuatif dan menguji level support pada awal sesi. Jika sentimen global memburuk, IHSG berpotensi turun di bawah 8.100. Akan tetapi, jika tidak ada eskalasi lebih lanjut, peluang rebound tetap terbuka lebar.

“Jadi, risiko memang ada, tetapi belum mengubah tren secara signifikan,” pungkasnya.

Ringkasan

IHSG diperkirakan akan tertekan dampak konflik AS-Israel dan Iran. Analis memprediksi potensi tekanan pada awal sesi perdagangan akibat respons pasar terhadap lonjakan harga minyak dan penguatan aset safe haven. Namun, aksi jual panik berskala besar relatif terbatas kecuali eskalasi konflik berdampak pada ekonomi global.

Secara teknikal, IHSG sedang menguji level support dan berpotensi rebound. Investor disarankan melakukan short term trading. Saham sektor migas seperti MEDC, ELSA, dan saham sektor emas seperti MDKA, ANTM dapat dicermati. IHSG diprediksi bergerak dengan support di area 8.100–8.150.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *