Rekomendasi Saham 11 Februari 2026: IHSG Berpeluang Menguat!

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki potensi penguatan terbatas pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2026. Proyeksi ini muncul setelah IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari ini.

Pada Selasa, 10 Februari 2026, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 1,24% dan berakhir di level 8.131,74. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen terkait keputusan FTSE Russell yang menunda perubahan klasifikasi Indonesia, seiring dengan proses reformasi pasar modal yang masih berlangsung di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO).

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa pergerakan IHSG saat ini masih selaras dengan tren global, serta didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

IHSG Menguat 1,4% ke 8.131 pada Selasa (10/2), SCMA, SMGR, ADMR Jadi Top Gainers LQ45

“Pergerakan IHSG hari ini relatif inline dengan kondisi teknikal, sejalan dengan penguatan bursa global dan rupiah,” kata Herditya kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Untuk perdagangan Rabu, 11 Februari 2026, Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan, meskipun terbatas. Ia menetapkan level support di 8.100 dan level resistance di 8.162. Selain itu, investor juga akan memantau perkembangan pertemuan antara perwakilan bursa dengan MSCI, serta rilis data ekonomi dari Amerika Serikat.

“Saham-saham yang menarik untuk dicermati antara lain AMMN di kisaran Rp7.875-Rp8.225, BBYB Rp384-Rp436, dan RMKE Rp4.560-Rp5.075,” tambahnya.

Senada dengan Herditya, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, berpendapat bahwa sentimen penundaan review indeks FTSE Russell telah diantisipasi oleh pasar, sehingga tidak memberikan tekanan signifikan terhadap pergerakan IHSG.

“Kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia mulai pulih, didukung oleh penguatan indeks global dan harga komoditas,” jelas Alrich.

Alrich menambahkan, penguatan IHSG juga didorong oleh apresiasi nilai tukar rupiah yang terus berlanjut hingga mencapai level Rp16.790 per dolar AS di pasar spot, sejalan dengan melemahnya mata uang dolar AS secara global.

Pengumuman Terbaru dari FTSE Russel Bawa Sentimen Jangka Pendek bagi IHSG

Dari sisi teknikal, Alrich menilai bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatannya. Indeks berhasil bertahan di atas MA5 (Moving Average 5), didukung oleh penyempitan histogram negatif MACD (Moving Average Convergence Divergence) serta Stochastic RSI yang melanjutkan sinyal reversal.

“IHSG berpotensi menguji area 8.200-8.215 pada perdagangan Rabu,” ujarnya.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan level resistance IHSG berada di 8.215, level pivot di 8.100, dan level support di 8.000. Sementara itu, saham-saham pilihan untuk perdagangan Rabu, 11 Februari 2026, antara lain CDIA, INET, BKSL, CUAN, dan APEX.

Dari sisi makroekonomi, investor juga akan mencermati rilis data inflasi China untuk bulan Januari 2026 yang diperkirakan akan mengalami perlambatan, serta data tenaga kerja dari Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar global secara keseluruhan.

Ringkasan

IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan terbatas pada 11 Februari 2026, setelah ditutup menguat pada 10 Februari 2026 sebesar 1,24% ke level 8.131,74. Sentimen positif ini didorong oleh penundaan perubahan klasifikasi Indonesia oleh FTSE Russell dan penguatan nilai tukar rupiah. Investor juga akan memantau pertemuan perwakilan bursa dengan MSCI dan rilis data ekonomi AS.

Analis merekomendasikan beberapa saham yang menarik untuk dicermati, antara lain AMMN, BBYB, dan RMKE dari MNC Sekuritas, serta CDIA, INET, BKSL, CUAN, dan APEX dari Phintraco Sekuritas. Level resistance IHSG diproyeksikan berada di kisaran 8.162 hingga 8.215, sementara level support di kisaran 8.000 hingga 8.100.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *