Raymond Budhin, Direktur Chandra Asri, Borong 100 Ribu Saham TPIA!

Shoesmart.co.id , JAKARTA – Raymond Budhin, Direktur Polymer Sales PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), kembali menunjukkan keyakinannya terhadap prospek perusahaan. Ia tercatat memborong 100.000 lembar saham TPIA, dengan total nilai transaksi yang mengesankan mencapai Rp775 juta.

Aksi akumulasi saham TPIA ini dilakukan Raymond pada 10 Oktober 2025, di mana ia membeli 100.000 lembar saham biasa perseroan pada harga Rp7.750 per saham. Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu (15/10/2025), Raymond menegaskan bahwa tujuan dari pembelian ini murni untuk investasi, memperkuat posisinya sebagai pemegang saham dalam jangka panjang.

Dengan pembelian terbarunya ini, total kepemilikan saham Raymond di Chandra Asri Pacific kini meningkat menjadi 2,60 juta lembar, dari sebelumnya 2,50 juta lembar. Persentase hak suaranya tercatat 0,00%. Ini bukan kali pertama Raymond melakukan aksi beli; pada 7 Oktober 2025, ia juga mengakumulasi 100.000 saham TPIA pada harga Rp7.925 per lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp792,50 juta, menegaskan komitmennya terhadap perusahaan.

: Lesatan Kinerja Saham Prajogo Pangestu, Mulai dari BRPT, TPIA, hingga PTRO

Menariknya, aksi beli direksi ini terjadi di tengah pergerakan saham TPIA yang sedang terkoreksi di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan Rabu (15/10/2025) hingga pukul 15.46 WIB, saham TPIA terpantau melemah 3,34% atau 250 poin, ditutup pada level Rp7.225 per lembar. Penurunan ini juga mencerminkan pelemahan 3,67% sepanjang tahun berjalan 2025, memberikan perspektif berbeda terhadap optimisme direksi.

: : Pendapatan Emiten Prajogo Pangestu (TPIA) Naik 3 Kali Lipat Semester I/2025

: : Strategi Jitu Chandra Asri (TPIA), ‘Bungkus’ Aster di Harga Murah Bikin Rugi jadi Laba

Chandra Asri Petrochemical Tbk. – TradingView
Kinerja Keuangan TPIA Semester I/2025

Selain dinamika pasar saham, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga mencatatkan kinerja keuangan yang signifikan pada semester I/2025, menunjukkan geliat bisnis inti perusahaan di tengah tantangan global.

Perusahaan petrokimia raksasa ini berhasil membukukan lonjakan pendapatan hingga tiga kali lipat, mencapai US$2,91 miliar pada paruh pertama 2025. Angka fantastis ini mewakili peningkatan sebesar 236,23% dibandingkan pendapatan US$866,49 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan keuangan hingga akhir Juni 2025.

Peningkatan pendapatan TPIA ini didorong oleh kontribusi substansial dari segmen operasi baru, yakni kilang minyak, yang menyumbang US$1,16 miliar. Meskipun demikian, segmen kimia tetap menjadi tulang punggung utama dengan capaian US$2,16 miliar, disusul oleh segmen infrastruktur sebesar US$103,24 juta. Setelah dikurangi eliminasi senilai US$521,09 juta, angka-angka ini mencerminkan diversifikasi dan pertumbuhan bisnis yang solid.

Namun, di balik gemilangnya pertumbuhan pendapatan, Chandra Asri Pacific juga menghadapi lonjakan beban pokok yang signifikan. Beban pokok penjualan melonjak 248,45% secara tahunan (YoY) menjadi US$2,97 miliar, didominasi oleh biaya pokok produksi sebesar US$2,87 miliar. Akibatnya, perseroan membukukan rugi kotor US$61,12 juta pada semester I/2025, sebuah pembalikan drastis dari laba kotor US$12,84 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, ada secercah harapan yang membuat TPIA mampu membalikkan keadaan. Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lain, perusahaan berhasil mencetak laba bersih sebesar US$1,26 miliar, berbalik dari kerugian US$47,06 juta di semester I/2024. Kinerja laba impresif ini sangat ditopang oleh adanya ‘keuntungan dari pembelian dengan diskon’ (gain from bargain purchase) yang mencapai US$1,77 miliar, membawa TPIA meraih laba sebelum pajak sebesar US$1,57 miliar pada paruh pertama tahun ini.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Raymond Budhin, Direktur Polymer Sales PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), membeli 100.000 lembar saham TPIA pada 10 Oktober 2025 seharga Rp7.750 per saham, dengan nilai transaksi Rp775 juta. Pembelian ini dilakukan untuk investasi jangka panjang, meningkatkan total kepemilikan sahamnya menjadi 2,60 juta lembar.

Aksi beli saham ini terjadi di tengah koreksi saham TPIA di Bursa Efek Indonesia. Meskipun demikian, Chandra Asri Pacific mencatatkan lonjakan pendapatan hingga tiga kali lipat pada semester I/2025, mencapai US$2,91 miliar, didorong oleh kontribusi dari segmen operasi kilang minyak dan kimia. Perusahaan berhasil mencetak laba bersih sebesar US$1,26 miliar berkat adanya keuntungan dari pembelian dengan diskon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *