Ramadan & Idulfitri Dongkrak Ekonomi Sumsel: Analisis BI

PALEMBANG, Shoesmart.co.id – Momen Ramadan dan Idulfitri diperkirakan akan menjadi salah satu stimulus utama bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, peran serta instrumen ekonomi lainnya juga dianggap krusial dalam menjaga momentum positif ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Bambang Pramono, menjelaskan bahwa secara historis, Ramadan dan Idulfitri selalu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah, termasuk Sumsel.

“Pertumbuhan ekonomi biasanya kita lihat secara triwulanan. Berdasarkan pengalaman, adanya Ramadan dan Idulfitri cenderung mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya pada hari Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Perpajakan Sumsel di Awal 2026 Capai Rp866,09 Miliar

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumsel pada triwulan I 2025, yang bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri, berhasil tumbuh sebesar 5,22% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini bahkan melampaui pertumbuhan pada triwulan I hingga IV sepanjang tahun 2024.

Tren serupa juga terlihat pada tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan I, yang juga bertepatan dengan Ramadan, tercatat relatif tinggi, berada di atas 5%.

Baca Juga: Pendaftaran Dibuka Besok, Cek Lokasi dan Jadwal Penukaran Uang Baru di Sumsel!

Meski demikian, Bambang menekankan pentingnya membandingkan kinerja ekonomi selama Ramadan dengan triwulan sebelumnya yang tidak memiliki momen Ramadan.

“Biasanya [ekonomi] akan tetap tumbuh. Namun, apakah pertumbuhannya lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, itulah pertanyaan yang perlu dijawab,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bambang menyoroti pentingnya kelanjutan proyek-proyek investasi yang telah berjalan pada triwulan sebelumnya agar dampaknya terhadap perekonomian semakin terasa.

Beberapa proyek yang menjadi perhatian antara lain pembangunan pabrik pengolahan bahan baku bioavtur di Kabupaten Banyuasin, serta rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, yang sebelumnya direncanakan groundbreaking pada awal 2026.

“Ini yang kita petakan. Kita juga mengamati banyak proyek-proyek investasi lain, apakah investasi tersebut berlanjut atau tidak. Kemudian, PSN Tanjung Carat, bagaimana perkembangannya, ini perlu kita pantau,” jelasnya.

Secara terpisah, Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyampaikan harapannya agar pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumsel dapat terencana dengan matang.

Ia menegaskan bahwa penundaan groundbreaking dari rencana awal bukan berarti penghentian proses persiapan.

“Kita harapkan semuanya direncanakan dengan baik sehingga hasilnya bisa maksimal. Mundur bukan berarti kita berhenti, tapi ini tetap kita lanjutkan,” tegasnya.

Sebelumnya, pada November 2025, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama dengan Kementerian Perhubungan telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan New Palembang Tanjung Carat.

MoU tersebut diharapkan dapat mendorong seluruh instansi terkait untuk menindaklanjuti dengan baik konsolidasi daerah dan pusat terkait rencana pembangunan pelabuhan yang akan menggantikan Pelabuhan Boom Baru Palembang.

Ringkasan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan Ramadan dan Idulfitri akan menjadi stimulus utama bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel). Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, menyatakan bahwa secara historis, momen tersebut selalu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan I tahun 2024 dan 2025, yang bertepatan dengan Ramadan, relatif tinggi.

Selain momen Ramadan, kelanjutan proyek-proyek investasi juga penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel. Proyek-proyek tersebut antara lain pembangunan pabrik pengolahan bahan baku bioavtur di Banyuasin dan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Menteri Perhubungan RI menegaskan bahwa penundaan groundbreaking Pelabuhan Tanjung Carat bukan berarti penghentian proses persiapan dan diharapkan perencanaan yang matang untuk hasil yang maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *