Rahasia Investasi Disiplin: Tips dari Presdir Mark Dynamics

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bagi Ridwan Goh, Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK), dunia investasi bukanlah sekadar jalan pintas menuju keuntungan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang menuntut ketekunan dan analisis mendalam. Filosofi ini melampaui pencarian imbal hasil semata. “Saya melihat investasi sebagai sarana fundamental untuk mengelola dan mengembangkan nilai, bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat,” ungkap Ridwan kepada Kontan baru-baru ini. Ketertarikannya pada bidang ini terus bersemi, didorong oleh perpaduan antara analisis cermat, disiplin kuat, dan pemahaman mendalam terhadap dinamika ekonomi.

Ketertarikan Ridwan Goh pada kancah investasi berkembang secara alami seiring dengan perjalanan kariernya, bahkan telah tumbuh sejak awal ia menapaki dunia profesional. Saham menjadi instrumen pertama yang memikat perhatiannya. Kala itu, lingkungan kerjanya yang dinamis kerap diwarnai diskusi intensif mengenai perkembangan pasar modal, memberikannya kesempatan luas untuk belajar. “Dinamika inilah yang memicu saya untuk menyelami dan memahami dunia ekuitas secara lebih mendalam,” jelas Ridwan. Dari sinilah ia membentuk kebiasaan esensial: menganalisis fundamental perusahaan, memantau sentimen pasar, serta memahami karakteristik pergerakan harga saham dengan cermat.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, Ridwan kian menyadari urgensi diversifikasi sebagai kunci untuk membangun portofolio investasi yang tangguh dan stabil. Ia pun memperluas cakupan instrumennya, merambah ke reksadana, emas, dan properti. Baginya, diversifikasi bukan sekadar strategi mitigasi risiko, melainkan juga fondasi untuk membentuk pola pikir yang lebih matang dalam pengelolaan portofolio. “Memperkaya wawasan, berdialog dengan kolega, dan senantiasa mengikuti perkembangan industri menjadi elemen vital dalam proses saya membangun portofolio yang semakin kokoh,” imbuhnya.

Jalan investasi yang ditempuh Ridwan tak selalu mulus; ia mengakui pernah mengalami kerugian. Namun, momen-momen sulit tersebut justru memperkuat perspektifnya terhadap risiko. “Tidak ada investasi yang bebas dari risiko,” tegasnya. Baginya, kerugian bukanlah kegagalan, melainkan bagian krusial dari proses pembelajaran. Ia menggarisbawahi pentingnya memiliki kerangka pengambilan keputusan yang disiplin, pemahaman mendalam tentang karakteristik setiap instrumen yang dipilih, serta memastikan bahwa setiap langkah investasi selalu selaras dengan strategi jangka panjang.

Saat ini, portofolio investasi Ridwan tersusun dengan komposisi yang relatif seimbang: 20% pada deposito, 20% pada emas, 30% pada properti, dan 30% pada saham. Komposisi ini, menurutnya, menawarkan paduan optimal antara stabilitas dan fleksibilitas yang sangat ia perlukan. “Portofolio ini saya rancang untuk mempertahankan stabilitas, mendorong pertumbuhan, sekaligus memberikan kelincahan dalam menangkap peluang-peluang baru,” papar Ridwan.

Menatap masa depan, Ridwan senantiasa mencermati perkembangan instrumen investasi baru yang bermunculan di pasar modal. Namun, ia tak pernah tergesa-gesa dalam menempatkan dana. Prinsipnya sangat jelas: pahami secara menyeluruh sebelum berkomitmen. “Prinsip saya sederhana: pelajari terlebih dahulu sebelum menempatkan komitmen,” tandasnya. Ia berpandangan bahwa dinamika ekonomi global yang terus bergerak menuntut setiap investor untuk memiliki kapasitas adaptasi yang tinggi, disertai dengan kehati-hatian maksimal dalam setiap pengambilan keputusan.

Tak lupa, Ridwan Goh juga berbagi kiat berharga bagi para investor pemula. Ia menekankan fundamental pentingnya membaca dan memahami perkembangan ekonomi dan keuangan sebagai landasan awal yang kokoh. Selain itu, berdialog dan bertukar pikiran dengan individu yang lebih berpengalaman akan membuka cakrawala perspektif baru yang mungkin tidak selalu tercermin dalam data semata. Ia sangat menganjurkan investor pemula untuk mengenali profil risiko diri sendiri dengan baik dan menghindari pengambilan keputusan yang impulsif. “Investasi itu adalah sebuah perjalanan panjang, bukan sebuah perlombaan yang harus dimenangkan dalam sekejap,” pungkas Ridwan, memberikan wejangan bijak.

Ringkasan

Ridwan Goh, Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Tbk., memandang investasi sebagai perjalanan panjang yang menuntut ketekunan dan analisis mendalam, berfokus pada pengembangan nilai bukan keuntungan sesaat. Ketertarikannya bermula dari saham, memicu kebiasaan analisis fundamental dan dinamika pasar. Seiring waktu, ia menyadari pentingnya diversifikasi, memperluas portofolionya ke reksa dana, emas, dan properti, serta menganggap kerugian sebagai bagian penting dari pembelajaran.

Saat ini, portofolio Ridwan Goh seimbang dengan 20% deposito, 20% emas, 30% properti, dan 30% saham, dirancang untuk stabilitas dan pertumbuhan. Ia berprinsip untuk memahami secara menyeluruh sebelum berkomitmen pada instrumen baru, menekankan adaptasi terhadap dinamika ekonomi global. Bagi investor pemula, Ridwan menyarankan untuk memahami ekonomi, berdiskusi dengan yang berpengalaman, mengenali profil risiko, dan menghindari keputusan impulsif, menegaskan investasi adalah perjalanan panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *