Bank Indonesia: Implementasi QRIS Tap di iPhone Tergantung Kebijakan Apple
JAKARTA, Shoesmart.co.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pemanfaatan QRIS Tap melalui fitur near field communication (NFC) pada perangkat iPhone masih menunggu lampu hijau dari Apple.
Menurut Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, saat ini Apple belum membuka akses fitur NFC untuk pihak ketiga, terkecuali untuk layanan pembayaran digital mereka, Apple Pay.
“Saat ini, fitur NFC pada perangkat Apple memang masih dikhususkan untuk Apple Pay,” jelas Filianingsih dalam siaran pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan yang diselenggarakan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perubahan Pola Konsumsi Dorong Adopsi Dompet Digital dan QRIS
Kendati demikian, perwakilan Apple Indonesia dan kantor pusat Apple dilaporkan telah menjalin diskusi dengan BI untuk mengkaji lebih dalam potensi penerapan fitur QRIS Tap. Pembahasan ini menyoroti kemungkinan pembukaan akses NFC, mengikuti langkah serupa yang telah diterapkan Apple di kawasan Uni Eropa.
Bank Indonesia berharap agar QRIS Tap dapat diakses secara lebih luas di berbagai perangkat, termasuk iPhone, guna mempercepat inklusi sistem pembayaran digital di seluruh Indonesia.
Secara operasional, Filianingsih mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS Tap terus menunjukkan tren positif. Tercatat, transaksi QRIS Tap telah melampaui 475.000 transaksi, dengan pertumbuhan bulanan (month-to-month/mtm) mencapai sekitar 7,9%.
OJK Optimistis Sektor Keuangan Akan Terus Bertumbuh Positif Tahun Ini
Dari segi nilai, nominal transaksi juga mengalami peningkatan sebesar 6,4% mtm, mencapai sekitar Rp 4,6 miliar.
Saat ini, QRIS Tap banyak digunakan di sektor transportasi serta oleh merchant di bidang perhotelan dan restoran (hospitality). Rata-rata nilai transaksi (ticket size) di sektor transportasi berkisar Rp 5.000 per transaksi, sementara di restoran dan gerai ritel lainnya sekitar Rp 70.000 per transaksi.
Selain fokus pada pengembangan di dalam negeri, BI juga tengah mempersiapkan perluasan implementasi QRIS antarnegara. Kerja sama QRIS lintas batas antara Indonesia dengan China dan Korea Selatan ditargetkan untuk mulai diimplementasikan pada akhir Maret atau awal April 2026.
Filianingsih menambahkan bahwa proses sandbox dan piloting dengan China telah berhasil diselesaikan pada akhir Januari 2026, sementara dengan Korea Selatan rampung pada akhir Februari 2026.
“Jadi, kita tinggal menunggu waktu yang tepat, yaitu antara akhir Maret atau awal April,” ujarnya.
Secara keseluruhan, transaksi QRIS mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 131,47% secara tahunan pada Januari 2026. Kinerja positif ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant yang bergabung dalam ekosistem QRIS.
Ringkasan
Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa implementasi QRIS Tap pada iPhone masih menunggu persetujuan Apple, mengingat saat ini fitur NFC pada perangkat Apple masih dikhususkan untuk Apple Pay. Diskusi antara Apple Indonesia, kantor pusat Apple, dan BI sedang berlangsung untuk menjajaki kemungkinan pembukaan akses NFC, seperti yang telah dilakukan di Uni Eropa.
Penggunaan QRIS Tap terus menunjukkan pertumbuhan positif, dengan lebih dari 475.000 transaksi dan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 4,6 miliar. Selain pengembangan domestik, BI juga sedang mempersiapkan perluasan QRIS antarnegara dengan China dan Korea Selatan, yang ditargetkan implementasinya pada akhir Maret atau awal April 2026. Transaksi QRIS secara keseluruhan mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 131,47% secara tahunan pada Januari 2026.