Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Jadwal & Perkiraan Idul Fitri 2024

Memasuki pertengahan Ramadan, pertanyaan “Puasa berapa hari lagi?” semakin sering terdengar. Umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, tentu menantikan berakhirnya bulan suci ini dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh suka cita.

Kepastian mengenai kapan berakhirnya Ramadan menjadi penting untuk mempersiapkan berbagai hal terkait Lebaran. Di Indonesia, penentuan 1 Syawal biasanya didasarkan pada sidang isbat yang diadakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama RI, serta metode perhitungan yang digunakan oleh organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.


Puasa Berapa Hari lagi? (Freepik.com)

Lantas, puasa berapa hari lagi jika dihitung dari tanggal 28 Februari 2026? Jika mengacu pada tanggal tersebut, perkiraan menuju Hari Raya Idul Fitri adalah sekitar 3 minggu lagi. Namun, perhitungan ini bisa berbeda tergantung pada metode yang digunakan.

Sebagai contoh, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, menurut perhitungan Muhammadiyah, Idul Fitri diperkirakan akan dirayakan 19 hari setelah tanggal tersebut.

Sementara itu, jika mengikuti kalender pemerintah yang menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026, maka umat Muslim diperkirakan akan memperingati Idul Fitri sekitar 20 hari kemudian. Perbedaan ini lumrah terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah. Terlepas dari perbedaan ini, esensi ibadah dan peningkatan kualitas diri selama Ramadan tetap menjadi fokus utama.

Kapan sebenarnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H?

Saat ini, pemerintah belum secara resmi mengumumkan tanggal pastinya. Kepastian ini biasanya baru diumumkan menjelang akhir Ramadan melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak.

1. Perkiraan Lebaran 1447 H Versi Pemerintah

Sebagai gambaran, Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI memperkirakan Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal 21 atau 22 Maret 2026.

Namun, perlu diingat bahwa pemerintah akan menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan pada 29 Ramadan. Sidang ini akan menentukan 1 Syawal berdasarkan perhitungan hisab (astronomi) dan pemantauan hilal (rukyat). Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang disepakati oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), maka 1 Syawal akan ditetapkan pada hari berikutnya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah setelah sidang isbat.

2. Perkiraan Lebaran 1447 H Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Ketetapan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/B/2025, yang membahas penyesuaian penetapan 1 Ramadan 1447 H beserta penjelasan ilmiahnya. Maklumat tersebut juga menegaskan bahwa 1 Ramadan 1447 H dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.

Puasa berapa hari lagi? Terlepas dari perbedaan dalam penentuan tanggal Idul Fitri, yang paling penting adalah bagaimana kita memanfaatkan sisa waktu Ramadan untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental. Dengan persiapan yang matang, diharapkan ibadah puasa yang kita jalani dapat berjalan dengan lancar dan memberikan keberkahan yang berlimpah.

Ringkasan

Artikel ini membahas perkiraan tanggal Idul Fitri 1447 H dan sisa hari puasa Ramadan. Penentuan 1 Syawal di Indonesia biasanya dilakukan melalui sidang isbat oleh pemerintah dan metode perhitungan organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Perbedaan metode dapat menyebabkan perbedaan perkiraan tanggal Idul Fitri.

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026, sementara pemerintah akan menentukan melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hisab dan rukyat hilal. Kalender Hijriah Kementerian Agama RI memperkirakan Idul Fitri pada 21 atau 22 Maret 2026. Terlepas dari perbedaan tanggal, esensi Ramadan adalah mempersiapkan diri secara fisik dan mental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *