Shoesmart.co.id, JAKARTA – Di tengah kondisi pasar properti yang selektif, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menunjukkan potensi yang stabil dalam penjualan. Dukungan kuat dari permintaan segmen residensial serta proyek-proyek yang sedang berjalan menjadi pendorong utama.
BSDE menargetkan perolehan pendapatan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp 10 triliun pada tahun buku 2026. Target ini relatif sejalan dengan pencapaian yang diraih pada tahun 2025.
Secara rinci, dari total target marketing sales Rp 10 triliun tersebut, segmen residensial diharapkan menjadi kontributor terbesar dengan proyeksi mencapai Rp 5 triliun, atau sekitar 50% dari keseluruhan target tahun 2026.
Selanjutnya, segmen komersial ditargetkan menyumbang Rp 3,50 triliun atau 35%, dan sisanya sebesar Rp 1,50 triliun atau 15% diharapkan berasal dari segmen lain-lain.
Laba Bumi Serpong Damai (BSDE) Turun 41,6% di 2025, Penjualan Menyusut 7,3%
Muhammad Thoriq Fadilla, Research Analyst Bumiputera Sekuritas, menilai bahwa target marketing sales BSDE cukup realistis dan cenderung konservatif.
Pasalnya, realisasi marketing sales BSDE pada tahun 2025 mencapai Rp 10,04 triliun, tumbuh sekitar 3% secara tahunan (YoY) dari Rp 9,72 triliun pada tahun 2024. Dengan demikian, target tahun 2026 pada dasarnya mempertahankan level permintaan yang telah terbukti di pasar.
“Selain itu, komposisi target penjualan yang didominasi oleh segmen residensial (sekitar 50%) dan komersial (35%) masih sejalan dengan struktur permintaan pasar properti saat ini,” ungkap Thoriq saat dihubungi Kontan, Kamis (12/3/2026).
BSDE Chart by TradingView
Dari sisi fundamental, Thoriq menyoroti keunggulan BSDE yang memiliki cadangan lahan (landbank) lebih dari 4.300 hektare, yang sebagian besar berlokasi di kawasan BSD City.
Landbank yang luas ini memberikan visibilitas pengembangan proyek dalam jangka panjang, sekaligus menjadi sumber monetisasi marketing sales yang berkelanjutan.
Dengan mempertimbangkan proyek-proyek yang tengah berjalan dan basis permintaan yang kuat di kawasan BSD City, Thoriq memprediksi marketing sales BSDE pada tahun 2026 berpotensi berada di kisaran Rp 9,5 triliun hingga Rp 10,5 triliun.
Bumi Serpong Damai (BSDE) Pasang Target Marketing Sales Rp 10 Triliun di 2026
Secara operasional, Analis KB Valbury Sekuritas, Steven Gunawan, mempertahankan pandangan positif terhadap prospek permintaan produk hunian dan rumah toko (ruko) yang dikembangkan oleh BSDE.
Optimisme ini didukung oleh ekspansi township yang terus berlanjut serta peningkatan konektivitas infrastruktur di berbagai kawasan pengembangan perseroan.
Beberapa katalis utama yang diperkirakan dapat mendorong permintaan antara lain pembukaan Eastvara Mall dan Living World Grand Wisata Bekasi, serta peningkatan akses dari Serpong–Balaraja Toll Road fase 1B yang menghubungkan BSD City fase 3 dengan Jakarta Outer Ring Road.
“Selain itu, ekspansi kawasan industri di Jakarta Timur serta peningkatan infrastruktur di Jakarta Selatan juga diperkirakan akan mendorong permintaan di kawasan Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur,” jelas Steven dalam risetnya pada 9 Maret 2026.
Pada tahun buku 2026, BSDE mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Dana ini terutama akan digunakan untuk pengembangan kawasan BSD City Phase 3.
Hal ini semakin memperkuat prospek pertumbuhan BSDE yang berbasis pada pengembangan township.
Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan usaha BSDE tercatat sebesar Rp 12,78 triliun pada tahun 2025, turun 7,3% dibandingkan dengan Rp 13,79 triliun pada tahun sebelumnya.
Luncurkan Kluster Hunian Baru, Simak Rekomendasi Saham Bumi Serpong Damai (BSDE)
BSDE juga mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, atau laba bersih, sebesar Rp 2,54 triliun pada tahun 2025. Angka ini turun 41,6% dari Rp 4,35 triliun pada tahun 2024.
Steven menjelaskan bahwa penurunan ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban bunga serta tingginya basis laba pada tahun 2024 yang didorong oleh keuntungan satu kali (one-off) dari akuisisi PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM).
Dengan demikian, Steven memperkirakan pendapatan Perseroan akan mencapai sekitar Rp 13,0 triliun pada tahun 2026, sedikit meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang sebesar Rp 12,8 triliun.
Sejalan dengan hal tersebut, laba bersih BSDE juga diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp 2,69 triliun pada tahun 2026, dibandingkan estimasi Rp 2,54 triliun pada tahun 2025.
Bumi Serpong Damai (BSDE) Bayar Kupon Surat Utang pada Awal 2026
Berdasarkan faktor-faktor di atas, Steven memberikan rekomendasi buy untuk saham BSDE dengan target harga Rp 1.000 per saham. Sementara itu, Thoriq merekomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 780 per saham.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Kevin Halim, juga merekomendasikan buy saham BSDE dengan target harga Rp 1.050 per saham.
Ringkasan
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan marketing sales sebesar Rp 10 triliun pada tahun 2026, dengan kontribusi terbesar diharapkan berasal dari segmen residensial (50%) dan komersial (35%). Target ini dinilai realistis dan konservatif, mengingat pencapaian marketing sales BSDE pada tahun 2025 sebesar Rp 10,04 triliun. BSDE memiliki keunggulan berupa landbank luas di BSD City yang memberikan visibilitas pengembangan proyek jangka panjang.
Beberapa katalis positif diperkirakan mendorong permintaan produk BSDE, seperti pembukaan pusat perbelanjaan baru dan peningkatan infrastruktur. Analis memperkirakan pendapatan BSDE akan mencapai Rp 13,0 triliun dan laba bersih sekitar Rp 2,69 triliun pada tahun 2026. Beberapa analis memberikan rekomendasi buy untuk saham BSDE dengan target harga bervariasi antara Rp 780 hingga Rp 1.050 per saham.