Shoesmart.co.id – Pasar saham Indonesia diperkirakan akan melanjutkan dinamika pergerakannya pasca libur panjang Imlek. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen baik dari dalam negeri maupun global selama periode perdagangan Rabu hingga Jumat, 18–20 Februari 2026. Namun, ada sejumlah katalis positif yang diyakini mampu memberikan dorongan bagi indeks dalam jangka pendek.
Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), menyoroti bahwa rilis laporan keuangan tahunan perusahaan-perusahaan publik untuk tahun 2025 akan menjadi salah satu faktor penentu arah IHSG. Secara umum, laporan keuangan ini diharapkan memberikan sentimen positif, terutama bagi emiten yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang solid dan mampu mempertahankan margin keuntungan yang baik.
“Pasca libur Imlek, pasar pada tanggal 18–20 Februari akan sangat dipengaruhi oleh sentimen kebijakan suku bunga. Ini penting karena berpotensi menggerakkan sektor perbankan dan properti, seiring dengan ekspektasi stabilitas likuiditas dan peningkatan permintaan kredit,” jelas Hari dalam analisisnya yang disampaikan pada hari Selasa (17/2).
Selain itu, investor juga disarankan untuk terus memantau perkembangan reformasi yang tengah berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI). Progres reformasi ini dinilai cukup konstruktif dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka menengah.
Dari sisi teknikal, IHSG saat ini menunjukkan potensi untuk bergerak konsolidasi setelah gagal menembus level resistance di 8.300. Level support terdekat berada di sekitar 8.120. “Selama level resistance tersebut belum berhasil ditembus, pergerakan indeks cenderung akan sideways dengan volatilitas yang terbatas,” ungkap Hari.
Menghadapi kondisi pasar seperti ini, Hari merekomendasikan agar investor lebih selektif dalam memilih saham. Fokus hendaknya diberikan pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan didukung oleh kinerja yang jelas dan terukur.
“Secara khusus, sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas masih akan diuntungkan oleh permintaan global yang kuat dan harga komoditas yang relatif stabil,” imbuh Hari.
Ia juga menekankan pentingnya strategi akumulasi bertahap di area support, serta penerapan disiplin manajemen risiko yang ketat. Langkah-langkah ini akan membantu investor menjaga agar portofolio mereka tetap optimal di tengah fase konsolidasi pasar.
Berikut adalah beberapa rekomendasi saham dari IPOT untuk perdagangan saham pada pekan ini:
1. Beli BBTN (Entry: 1365, Target Price (TP): 1555 dan Stoploss (SL): 1280). Secara teknikal, BBTN masih menunjukkan tren naik (uptrend) yang didukung oleh aliran dana asing yang signifikan, mencapai 646 miliar pada pekan sebelumnya. BBTN berpotensi melanjutkan kenaikannya seiring dengan pengumuman BI Rate dan pertumbuhan kredit (Loan Growth) yang akan dirilis pada pekan depan.
2. Beli LPPF (Entry: 1895, TP: 1945 dan SL: 1855). Secara teknikal, LPPF saat ini masih bergerak dalam uptrend channel dan berada di area higher low. LPPF berpotensi melanjutkan kenaikannya untuk membentuk higher high.
3. Beli HRUM (Entry: 1140, TP: 1285 dan SL :1090). Secara teknikal, HRUM bergerak uptrend, ditandai dengan pergerakan harga di atas EMA-5 hingga 50. Aliran dana asing juga menunjukkan akumulasi rutin dalam sepekan terakhir, dengan net buy asing mencapai 83 miliar secara year-to-date (YTD).
Ringkasan
IHSG diperkirakan akan dipengaruhi sentimen dari rilis laporan keuangan tahunan perusahaan publik tahun 2025 dan kebijakan suku bunga pasca libur Imlek. Investor disarankan memantau reformasi di BEI dan secara teknikal, IHSG berpotensi konsolidasi setelah gagal menembus resistance di 8.300, dengan support terdekat di 8.120.
Investor disarankan selektif memilih saham dengan fundamental kuat, terutama sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas. IPOT merekomendasikan saham BBTN, LPPF, dan HRUM dengan target dan stop loss yang telah ditentukan berdasarkan analisis teknikal dan aliran dana asing.