Prajogo Pangestu Borong Saham BRPT: Peluang Cuan atau Risiko?

JAKARTA, Shoesmart.co.id – Konglomerat terkemuka, Prajogo Pangestu, kembali menarik perhatian pasar modal dengan pengumuman pembelian saham di emiten yang berada dalam kendalinya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Langkah strategis ini diungkapkan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), yang merinci bahwa Prajogo Pangestu telah mengakuisisi sebanyak 3 juta lembar saham BRPT. Transaksi pembelian tersebut terjadi pada tanggal 15 Januari 2026, dengan harga kesepakatan sebesar Rp 2.830 per saham. Secara total, konglomerat tersebut mengalokasikan dana sekitar Rp 8,49 miliar untuk memperkuat posisinya di perusahaan petrokimia dan energi tersebut.

Darma Henwa (DEWA) Perpanjang Kontrak Proyek Pertambangan dengan Arutmin Indonesia

Dalam dokumen keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin, 19 Januari 2026, Prajogo Pangestu secara tegas menyatakan bahwa tujuan dari transaksi pembelian saham ini adalah untuk investasi. Pernyataan ini menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap prospek dan pertumbuhan Barito Pacific.

Dengan adanya penambahan 3 juta saham ini, total kepemilikan Prajogo Pangestu di BRPT kini bertambah signifikan. Sebelumnya, ia memegang 66.898.030.165 saham atau setara 71,36% dari total saham perusahaan. Setelah transaksi, jumlah kepemilikannya meningkat menjadi 66.901.030.165 saham, yang sedikit mengerek persentase kepemilikan menjadi 71,363%.

Respons pasar terhadap geliat sang konglomerat tampak positif. Pada perdagangan intraday Selasa, 20 Januari 2026, harga saham BRPT terpantau menguat 0,68%, ditutup pada level Rp 2.970 per saham. Kenaikan ini mengindikasikan kepercayaan investor terhadap langkah investasi Prajogo Pangestu dan prospek kinerja Barito Pacific.

Ringkasan

Konglomerat Prajogo Pangestu mengumumkan pembelian 3 juta lembar saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pada 15 Januari 2026. Transaksi ini dilakukan dengan harga Rp 2.830 per saham, sehingga total dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp 8,49 miliar. Tujuan pembelian saham ini secara tegas dinyatakan untuk investasi jangka panjang.

Penambahan saham ini sedikit meningkatkan persentase kepemilikan Prajogo di BRPT menjadi 71,363% dari 71,36% sebelumnya. Pasar merespons positif langkah ini, ditunjukkan oleh kenaikan harga saham BRPT sebesar 0,68% menjadi Rp 2.970 pada 20 Januari 2026, yang mengindikasikan kepercayaan investor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *