Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dino Patti Djalal Usul Video Call!

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, baru-baru ini menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat. Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, ia mengusulkan agar komunikasi dengan para pemimpin dunia lebih diintensifkan melalui panggilan video, sebagai upaya penghematan anggaran negara.

Sorotan utama Dino Patti Djalal tertuju pada tingginya intensitas perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo. Ia menilai bahwa frekuensi ini perlu dievaluasi kembali, terutama di tengah perhatian publik terhadap besarnya biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan kenegaraan.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo terhitung sebagai kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Sejak menjabat, hampir satu dari enam hari beliau habiskan di luar negeri,” ungkap Dino dalam video yang diunggah pada Sabtu (30/5). “Tidak heran jika muncul anggapan bahwa hal ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran.”

Lebih lanjut, Dino Patti Djalal menyoroti rincian biaya yang membengkak dalam setiap kunjungan presiden ke luar negeri. Biaya tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari tim pendahulu, penyewaan pesawat, akomodasi hotel, logistik, konsumsi, protokoler, pengamanan, uang harian delegasi, hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

“Satu perjalanan ke luar negeri bisa menelan biaya puluhan, bahkan hingga ratusan miliar rupiah,” jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Dino Patti Djalal mengajukan lima solusi konkret. Pertama, ia menyarankan agar pemerintah lebih sering memanfaatkan panggilan video atau konferensi telepon dalam menjalin komunikasi dengan para pemimpin dunia. Dino berpendapat bahwa sebagian besar kunjungan bilateral hanya berisi pembicaraan inti selama satu hingga dua jam, sementara sisanya diisi dengan agenda seremonial dan protokoler.

“Dengan satu panggilan video yang bernilai nol rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari biaya perjalanan ke luar negeri,” tegas Dino. Ia kemudian mencontohkan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang telah melakukan 17 kali percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa perlu melakukan pertemuan bilateral secara langsung. Padahal, Amerika Serikat merupakan mitra dagang terbesar bagi Meksiko.

Kedua, Dino menyarankan agar kunjungan Presiden ke forum-forum internasional dimaksimalkan untuk bertemu dengan sebanyak mungkin kepala negara lain yang turut hadir. Ia mengusulkan formula “1 plus 8”, yaitu satu kunjungan internasional yang dimanfaatkan untuk melakukan pertemuan dengan delapan pemimpin negara lain.

Ketiga, Dino mengusulkan agar setiap kunjungan internasional Presiden direncanakan secara profesional dan diumumkan secara transparan kepada publik. Ia menyoroti bahwa beberapa perjalanan dilakukan tanpa informasi yang memadai sebelumnya.

Keempat, Dino menyarankan agar Presiden Prabowo lebih banyak menerima kunjungan tamu negara di Indonesia, dibandingkan melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurutnya, pola ini telah diterapkan oleh Presiden Cina, Xi Jinping, yang lebih sering menerima tamu negara di Beijing.

Terakhir, Dino menyarankan agar sebagian misi diplomatik taktis dapat lebih banyak dijalankan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono, guna menghemat biaya perjalanan negara.

Ringkasan

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto dan mengusulkan penggunaan panggilan video untuk komunikasi dengan pemimpin dunia. Dino Patti Djalal menilai bahwa intensitas perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo perlu dievaluasi kembali mengingat biaya yang besar.

Dino Patti Djalal memberikan beberapa solusi, termasuk memanfaatkan panggilan video, memaksimalkan pertemuan di forum internasional, perencanaan yang transparan, lebih sering menerima tamu negara di Indonesia, dan mendelegasikan misi diplomatik kepada Menteri Luar Negeri. Dino mencontohkan Presiden Meksiko yang intens berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat melalui telepon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *