Presiden Prabowo Subianto menyapa langsung ribuan warga yang memadati Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu (21/3), dalam suasana penuh sukacita perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Antusiasme masyarakat begitu terasa saat mereka berkesempatan mengikuti acara halalbihalal di jantung pemerintahan Republik Indonesia ini.
Pantauan di lokasi menunjukkan keberagaman latar belakang warga yang hadir. Tampak di antara kerumunan, ada pengemudi ojek online dengan seragam kebanggaannya, hingga warga yang mengenakan busana gamis khas Timur Tengah, mencerminkan kebhinekaan Indonesia.
Rentang usia tamu yang hadir pun sangat beragam, mulai dari anak-anak riang, remaja penuh semangat, hingga para lansia yang tampak bahagia. Lebih dari sekadar menikmati hidangan lezat yang disajikan istana, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu langsung dan bersalaman dengan Presiden.
“Senang sekali rasanya. Biasanya cuma bisa lihat Bapak Presiden Prabowo di televisi. Sekarang bisa bertemu langsung, seneng banget sih! Apalagi bisa salaman langsung,” ungkap Thalia, seorang warga Jakarta Timur, dengan wajah berseri-seri usai bertemu Presiden.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh Marco, warga Jakarta lainnya. Ia mengaku telah lama memimpikan kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo. “Udah lama menunggu momen ini. Akhirnya kesampaian juga,” ujarnya dengan nada lega dan gembira.
Usai bersilaturahmi di istana, warga pun membawa pulang bingkisan istimewa dari Presiden. Bingkisan tersebut berisi paket sembako yang bermanfaat dan sejumlah uang tunai dalam pecahan Rp 100 ribu, menambah kebahagiaan di hari yang fitri ini.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memperkirakan jumlah warga yang hadir mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Pemerintah, lanjutnya, tidak memberlakukan pembatasan ketat, melainkan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin hadir secara sukarela.
Keputusan Presiden untuk mengutamakan masyarakat dalam perayaan Idulfitri ini, menurut Prasetyo, sejalan dengan imbauan kepada para pejabat negara untuk mengurangi kegiatan open house di instansi masing-masing.
Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat di berbagai daerah yang masih menghadapi tantangan ekonomi. Pemerintah ingin menghadirkan perayaan yang lebih sederhana, namun tetap sarat makna dan menyentuh hati masyarakat.
“Oleh karena sebagaimana kita ketahui bersama, masih banyak saudara-saudara kita di berbagai daerah masih mengalami kesulitan-kesulitan. Oleh karena itulah Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan kepada masyarakat umum,” jelas Prasetyo di Kompleks Istana Negara.
Ia menambahkan bahwa kehadiran pejabat tinggi negara dalam kegiatan open house ini tidak bersifat wajib. Presiden memahami kesibukan para pejabat yang mungkin memiliki agenda atau kegiatan lain yang telah terjadwal di hari raya. Dengan demikian, perayaan Idulfitri di Istana Kepresidenan menjadi momentum kebersamaan antara pemimpin dan rakyat, merayakan hari kemenangan dengan sederhana dan penuh makna.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto menyapa ribuan warga di Istana Kepresidenan dalam acara halalbihalal Idulfitri 1447 H. Warga dari berbagai latar belakang dan usia antusias bertemu langsung dengan Presiden, bersalaman, dan menikmati suasana perayaan di Istana.
Setelah bersilaturahmi, warga menerima bingkisan berisi sembako dan uang tunai dari Presiden. Mensesneg memperkirakan jumlah warga yang hadir mencapai 4.000 hingga 5.000 orang. Presiden mengutamakan masyarakat dalam perayaan ini sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi ekonomi sebagian warga.