Shoesmart.co.id – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan hingga mencapai level sekitar 98,9 pada Senin (12/1). Penurunan ini secara efektif mengakhiri reli empat hari yang sebelumnya terjadi, dipicu oleh kabar mengejutkan mengenai dibukanya penyelidikan kriminal oleh jaksa federal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Situasi ini sontak menimbulkan pertanyaan serius seputar independensi bank sentral AS dari pengaruh politik.
Menyikapi perkembangan ini, Powell sendiri secara tegas menepis ancaman tuntutan pidana, menggambarkannya sebagai “dalih” yang dirancang untuk memberikan tekanan kepada Federal Reserve. Tujuannya jelas, yakni agar The Fed menyelaraskan arah kebijakannya dengan preferensi politik pemerintahan Trump. Ia juga memperingatkan bahwa intervensi semacam itu berpotensi merusak fundamental bank sentral dalam menetapkan suku bunga secara objektif, berdasarkan data dan kondisi ekonomi riil, alih-alih tunduk pada campur tangan politik.
Di sisi lain, sebagaimana dilansir oleh Trading Economics pada hari Senin (12/1), dolar AS juga merasakan tekanan jual yang signifikan. Tekanan ini muncul dari meningkatnya spekulasi di pasar mengenai kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga Federal Reserve tambahan di sepanjang tahun ini. Spekulasi tersebut menguat setelah laporan data nonfarm payrolls yang dirilis pada Jumat sebelumnya menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di bulan Desember yang jauh di bawah perkiraan, mengindikasikan potensi pelemahan ekonomi.
Melihat kompleksitas situasi ini, para investor kini mengalihkan fokus mereka. Mereka dengan cermat menantikan rilis data inflasi terbaru serta laporan pendapatan dari bank-bank utama yang dijadwalkan pada minggu ini, mencari petunjuk arah yang lebih jelas bagi pasar. Bersamaan dengan itu, pasar global juga tetap mewaspadai berbagai risiko geopolitik yang bergejolak, seperti meningkatnya gelombang protes di Iran dan tingginya tingkat ketidakpastian politik di kawasan Amerika Selatan, yang berpotensi menambah dinamika pada pergerakan dolar AS dan aset lainnya.
Ringkasan
Indeks dolar AS anjlok signifikan hingga 98,9, mengakhiri reli empat hari, setelah jaksa federal membuka penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Powell menepis ancaman ini sebagai “dalih” politik untuk menekan The Fed agar menyelaraskan kebijakannya dengan pemerintahan Trump. Ia memperingatkan bahwa intervensi semacam itu berpotensi merusak independensi bank sentral dalam menetapkan suku bunga secara objektif.
Selain itu, dolar AS juga merasakan tekanan jual akibat spekulasi pasar mengenai potensi pemangkasan suku bunga Fed tambahan setelah data nonfarm payrolls Desember menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan. Investor kini menantikan rilis data inflasi dan laporan pendapatan bank-bank utama untuk petunjuk lebih lanjut. Pasar global juga tetap mewaspadai risiko geopolitik seperti protes di Iran dan ketidakpastian politik di Amerika Selatan.