Pintu: Trading Tokenisasi Meledak, Saham Teknologi Jadi Primadona

Jakarta, IDN Times – Ketertarikan investor Indonesia terhadap aset global yang ditokenisasi menunjukkan tren positif. PT Pintu Kemana Saja (Pintu) mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas perdagangan aset jenis ini sepanjang Februari 2026.

Menurut Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, data internal perusahaan menunjukkan lonjakan volume perdagangan rata-rata per pengguna sebesar 45 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, jumlah pengguna kumulatif di platform Pintu juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,18 persen.

“Data ini mengindikasikan meningkatnya minat pengguna untuk mengakses aset global melalui mekanisme tokenisasi,” ungkap Iskandar dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis, 19 Maret 2026.

Tokenisasi Properti Bawa Peluang Buat Pengusaha Kost

Saat ini, tiga aset yang paling diminati oleh pengguna Pintu adalah NVDAx (Nvidia), AAPLx (Apple), dan GOOGLx (Google). Tingginya minat terhadap ketiga aset ini mencerminkan keyakinan investor terhadap kinerja perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dunia.

“Melalui tokenisasi, pengguna juga dapat melakukan diversifikasi portofolio, tidak terbatas hanya pada aset kripto,” imbuhnya.

Kini, investor memiliki kemudahan untuk mengakses saham, ETF (Exchange Traded Fund), hingga komoditas seperti emas dan perak, semuanya dalam satu aplikasi. Pihak Pintu mengklaim bahwa seluruh aset yang ditawarkan telah melalui proses kurasi ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan transaksi bagi para pengguna.

Aplikasi Pintu Tambah 10 Aset Tokenisasi Global, Pepsi hingga Chevron

Tren positif di Indonesia ini sejalan dengan ekspansi pasar real world asset (RWA) secara global. Data dari Tokenizer Estate News per 9 Maret 2026 menunjukkan bahwa nilai pasar token RWA global telah menembus angka 26,54 miliar dolar AS atau setara dengan Rp450,49 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 2,20 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Jumlah pemilik aset yang terdeteksi melalui dompet digital (wallet) telah mencapai 663 ribu, sebuah indikasi bahwa adopsi teknologi blockchain untuk aset dunia nyata semakin meluas di berbagai negara.

Emas Fisik vs Tokenized Gold, Mana yang Lebih Optimal?

Saat ini, aplikasi Pintu menawarkan lebih dari 30 jenis aset yang ditokenisasi. Penambahan variasi aset ini bertujuan untuk memberikan opsi diversifikasi yang lebih luas bagi investor di berbagai sektor pasar modal global, terutama di tengah kondisi pasar kripto yang dinamis.

Iskandar menjelaskan bahwa investor saat ini cenderung lebih selektif dan terukur dalam mengelola portofolio mereka. Dengan menyediakan akses ke aset global yang teregulasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Pintu berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang investasi secara lebih bijak dan praktis melalui satu aplikasi terpadu.

“Kami memahami bahwa investor crypto di Indonesia tidak hanya selektif dalam memilih aset investasi, tetapi juga berupaya melakukan diversifikasi portofolio yang lebih terukur,” pungkas Iskandar.

Ringkasan

PT Pintu Kemana Saja (Pintu) mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas perdagangan aset global yang ditokenisasi pada Februari 2026, dengan lonjakan volume perdagangan rata-rata per pengguna sebesar 45 persen dan pertumbuhan pengguna kumulatif sebesar 9,18 persen. Aset tokenisasi saham teknologi seperti NVDAx (Nvidia), AAPLx (Apple), dan GOOGLx (Google) menjadi yang paling diminati, mencerminkan minat investor terhadap perusahaan teknologi raksasa.

Tren positif ini sejalan dengan ekspansi pasar real world asset (RWA) secara global, yang telah menembus angka 26,54 miliar dolar AS. Aplikasi Pintu kini menawarkan lebih dari 30 jenis aset yang ditokenisasi untuk memberikan opsi diversifikasi yang lebih luas bagi investor, dengan tujuan agar investor dapat memanfaatkan peluang investasi secara lebih bijak dan praktis melalui satu aplikasi terpadu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *