PGAS: PGN Target Pendapatan US$3,9 Miliar di 2025, Ini Strateginya!

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), sebagai Subholding Gas Pertamina, terus memantapkan fundamental bisnisnya dan menjaga stabilitas kinerja operasional di tengah dinamika industri energi sepanjang tahun 2025. Ketahanan ini didukung oleh pertumbuhan positif pada segmen bisnis inti midstream dan downstream yang berbasis infrastruktur.

Sepanjang tahun 2025, PGAS berhasil mencatatkan volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD. Lebih lanjut, volume transmisi gas bumi PGAS mengalami kenaikan signifikan sebesar 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya penyerapan gas oleh pelanggan.

Kinerja operasional PGAS juga diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG). Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD pada tahun 2025, tumbuh 17%. Pertumbuhan ini berkontribusi besar pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor vital, termasuk industri dan pembangkit listrik.

Laba Bersih Alamtri Resources Indonesia (ADRO) Anjlok 67,56% pada Tahun 2025

Di sisi lain, pada segmen transportasi minyak, PGAS mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD. Pendorong utama kinerja ini adalah meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa yang telah ada.

Selama tahun 2025, PGAS terus berinvestasi dalam perluasan infrastruktur gas bumi. Perusahaan berhasil menambah lebih dari 230 kilometer (km) jaringan pipa distribusi jargas. Selain itu, PGAS juga fokus menjaga keandalan sistem operasi, dengan tingkat availability mencapai 98,84%.

Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa PGAS menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG. Upaya ini juga didukung oleh koordinasi intensif dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis. Prioritas utama PGAS adalah memastikan keandalan penyaluran gas bumi bagi para pelanggan.

“Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah dalam keterbukaan informasi pada Jumat (6/3/2026).

Kontribusi dari anak perusahaan dan afiliasi juga semakin menguat. Volume pemrosesan LPG mencapai 117 metrik ton per hari pada tahun 2025, atau naik 8%. Sementara itu, pencapaian lifting minyak dan gas tercatat sebesar 17.519 BOEPD.

Pada segmen LNG Trading Internasional, PGAS berhasil mengirimkan tujuh kargo LNG, setara dengan sekitar 59 BBTUD, ke pasar internasional sepanjang tahun 2025.

Dalam laporan keuangan tahun 2025, PGAS melakukan penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu. Penyesuaian ini dipengaruhi oleh perubahan asumsi cadangan. Langkah ini diambil sesuai dengan standar akuntansi dan regulasi migas yang berlaku, sebagai wujud kehati-hatian dan transparansi.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 35.000 Menjadi Rp 3.059.000 per Gram, Sabtu (7/3)

Meskipun demikian, penyesuaian ini bersifat non-cash dan tidak berdampak pada arus kas operasional maupun keberlangsungan usaha PGAS. Kinerja operasional dan arus kas PGAS tetap solid meskipun terdapat penyesuaian nilai aset tersebut.

Dengan penyesuaian ini, PGAS memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan kondisi terkini secara lebih akurat. Hal ini juga memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, terutama dalam pengembangan fokus bisnis utama di midstream dan downstream.

Bagi entitas hulu, langkah ini juga mendukung stabilitas dan keberlanjutan kinerja di masa mendatang, mengingat terdapat beberapa sumur yang berpotensi untuk ditingkatkan produksinya.

Selain memperkuat operasional, PGAS juga menerapkan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya, optimalisasi kas, serta pengelolaan portofolio yang prudent. Pada tahun 2025, beban umum dan administrasi PGAS berhasil ditekan hingga menurun US$ 33,3 juta, atau sekitar 17% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) juga mengalami peningkatan menjadi sebesar US$ 76,4 juta pada tahun 2025.

Didukung oleh penguatan operasional dan keuangan yang disiplin, PGAS membukukan pendapatan mencapai US$ 3,9 miliar pada tahun 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba operasi PGAS tercatat sebesar US$ 519,6 juta, sedangkan laba bersih mencapai US$ 215,4 juta. Angka ini dipengaruhi oleh penyesuaian nilai aset hulu yang bersifat non-cash.

PGAS juga membukukan EBITDA sebesar US$ 971,2 juta pada tahun 2025, dengan arus kas operasional positif sebesar US$ 657,1 juta. Hal ini mencerminkan ketahanan fundamental dan kapasitas kas yang tetap kuat di tengah dinamika industri energi.

Cermati Saham-Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Ambruk, Jumat (6/3)

Fajriyah menambahkan bahwa kinerja PGAS didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi, yang berfokus pada midstream dan downstream. Portofolio ini meliputi segmen transmisi dan distribusi gas bumi, LNG, serta kontribusi dari anak perusahaan dan afiliasi lainnya.

Pada dasarnya, PGAS konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. “Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

PGAS terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan strategi penguatan fundamental bisnis, optimalisasi operasional, serta efisiensi berkelanjutan, PGAS optimistis dapat menjaga stabilitas usaha dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Ringkasan

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan kinerja operasional yang positif pada tahun 2025, dengan peningkatan volume niaga dan transmisi gas bumi serta pertumbuhan pada segmen LNG. Perusahaan juga terus berinvestasi dalam perluasan infrastruktur gas bumi dan menjaga keandalan sistem operasi. PGAS mengoptimalkan portofolio gas bumi dan LNG serta berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan layanan energi.

Meskipun terdapat penyesuaian nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu, PGAS tetap membukukan pendapatan US$3,9 miliar dan EBITDA US$971,2 juta pada tahun 2025. Perusahaan menerapkan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya dan optimalisasi kas. PGAS berkomitmen mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *