Perang Timur Tengah Ancam Kripto: Investor Panik?

JAKARTA, KONTAN.CO.ID – Eskalasi ketegangan geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran kembali memicu gejolak di pasar keuangan global. Sebagai pasar yang beroperasi 24 jam, dunia kripto menjadi salah satu indikator tercepat yang merefleksikan perubahan sentimen para investor.

Data dari CoinMarketCap menunjukkan bahwa Bitcoin sempat mengalami koreksi hingga mencapai US$ 63.100 pada akhir pekan lalu. Namun, mata uang kripto utama ini kemudian melonjak kembali ke level US$ 70.000 di awal pekan sebelum akhirnya bergerak stabil di kisaran US$ 68.000. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global saat ini tercatat berada di angka US$ 2,33 triliun.

Subani, Direktur Utama Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX), berpendapat bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan harga aset kripto.

Menurutnya, harga kripto sempat terkoreksi cukup dalam di awal kemunculan konflik. Akan tetapi, pasar dengan cepat pulih dan bahkan kini menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan saat periode koreksi sebelumnya.

Setelah Harga Rontok, Analis Rekomendasi Beli 3 Saham Ini

“Dalam dunia kripto, prediksi yang cepat dan tepat sering kali menjadi tantangan,” ungkap Subani pada hari Rabu (4/3/2026).

Lebih lanjut, Subani menjelaskan bahwa volatilitas harga kripto sering dikaitkan dengan siklus empat tahunan yang dipicu oleh peristiwa *halving* Bitcoin. *Halving* adalah proses pengurangan imbalan bagi penambang Bitcoin menjadi separuhnya, sehingga secara signifikan mengurangi pasokan koin baru yang masuk ke pasar. Secara historis, pengurangan pasokan ini seringkali diikuti oleh fase kenaikan harga, kemudian koreksi, dan masa akumulasi sebelum mendekati *halving* berikutnya. Meski demikian, pola ini tidak selalu berjalan seragam.

Wall Street Naik Ditopang Harapan Diplomasi Iran, Sektor Teknologi Memimpin Rebound

Di tengah tensi geopolitik yang terus membayangi, CFX mencatat bahwa jumlah investor kripto di Indonesia hingga saat ini mencapai 19,56 juta orang. Selain itu, terdapat 983 korporasi yang telah mengalokasikan aset digital ke dalam portofolio investasi mereka. Nilai transaksi kripto sepanjang tahun 2025 tercatat fantastis, mencapai Rp 482,23 triliun.

Ringkasan

Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Israel, AS, dan Iran mempengaruhi pasar kripto global. Bitcoin sempat terkoreksi ke US$ 63.100 sebelum kembali ke level US$ 70.000 dan stabil di kisaran US$ 68.000, dengan kapitalisasi pasar kripto global mencapai US$ 2,33 triliun.

Konflik geopolitik menyebabkan volatilitas harga kripto, meskipun pasar dengan cepat pulih. Volatilitas ini juga dikaitkan dengan siklus *halving* Bitcoin. Di Indonesia, jumlah investor kripto mencapai 19,56 juta orang dengan nilai transaksi sepanjang 2025 mencapai Rp 482,23 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *