Pemerintah targetkan bangun 17 GW PLTS tahun ini

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen serius terhadap transisi energi bersih dengan menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 17 gigawatt (GW) sepanjang tahun ini. Target ambisius ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/4).

Brian menjelaskan, langkah strategis 17 GW ini merupakan bagian integral dari upaya percepatan proyek pembangunan PLTS nasional yang lebih besar, dengan target kapasitas mencapai 100 GW. Pengadaan kapasitas PLTS sebesar 17 GW pada tahun ini direncanakan secara paralel, di mana sekitar 10 GW akan dialokasikan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang sudah ada, sementara 7 GW sisanya akan berkontribusi sebagai penambahan kapasitas baru dalam sistem kelistrikan nasional.

Penentuan skema 17 GW PLTS ini bukanlah keputusan tunggal, melainkan hasil perhitungan dan koordinasi intensif antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Danantara, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta para ahli dari perguruan tinggi. Kolaborasi multi-pihak ini memastikan target yang realistis dan terukur. “Dari perhitungannya bersama, kira-kira 17 GW bisa diinstalasi PLTS,” tegas Brian, menyoroti konsensus yang telah dicapai.

Untuk memastikan implementasi yang efektif, Brian juga menginformasikan bahwa penentuan sebaran lokasi pembangunan PLTS akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PLN. Sebagai pelaksana program, PLN diharapkan mampu mengidentifikasi titik-titik strategis untuk optimalisasi pemanfaatan energi surya di seluruh negeri.

Baca juga:

  • Kapasitas PLTS Atap Capai 1,3 GW, Tumbuh Hampir 10 Kali Lipat Sejak 2024
  • Manuver BIPI Akuisisi 20% Saham Entitas Usaha OASA, Perkuat Ekspansi PLTSa
  • Pemerintah Mulai Konversi PLTD ke PLTS, Targetkan Bisa Kurangi Impor BBM

Target pembangunan PLTS ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyoroti urgensi penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN. Inisiatif ini merupakan langkah fundamental dalam upaya nasional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) impor, sekaligus memperkuat ketahanan energi bangsa.

Dalam pidatonya saat peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4), Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya untuk tidak lagi menggantungkan suplai listrik pada pembangkit berbasis diesel atau BBM solar. “Tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel dan solar. Kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN,” ujarnya dengan tegas, menekankan prioritas pada energi bersih dan penghematan BBM.

Kebijakan penutupan PLTD ini merupakan bagian krusial dari program elektrifikasi nasional berkapasitas 100 GW yang ditargetkan rampung dalam dua tahun mendatang. Dengan menghentikan operasional pembangkit listrik berbasis diesel atau solar, pemerintah bertekad mengurangi beban signifikan yang selama ini ditimbulkan oleh konsumsi BBM, yang berdampak pada anggaran negara dan lingkungan.

Presiden Prabowo memproyeksikan, penutupan PLTD ini akan membawa dampak signifikan berupa penghematan konsumsi BBM hingga 200 ribu barel per hari. Mengingat Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 1 juta barel BBM per hari, langkah ini akan langsung menghemat sekitar 20% dari total impor tersebut, sebuah capaian substansial menuju kemandirian energi.

Secara finansial, pemerintah memperkirakan bahwa konversi PLTD ke PLTS berpotensi menghasilkan penghematan sekitar Rp 25 triliun dari sisi konsumsi solar saja. Angka fantastis ini bahkan belum mencakup potensi efisiensi tambahan yang akan diperoleh dari inisiatif lain, seperti konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke motor listrik dan peralihan penggunaan kompor LPG ke kompor listrik, yang secara keseluruhan akan semakin memperkuat posisi ekonomi dan energi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *